Ferril mencoba tenang. Kalau ia mengamuk sekarang, semua tembakan itu akan menyerangnya. Ia bisa mati sekarang. Namun ketenangan itu ternyata tak bertahan lama. Apalagi saat mereka akhirnya dibawa ke sebuah rumah. Suara teriakan Echa memanggilnya membuatnya langsung waspada. Kekhawatiran terjadi dan ini membuatnya gila. Gadis itu baru saja dibanting ke atas tempat tidur. Bagaimana mungkin ia tak teriak? Kedua tangannya diikat dengan kuat. Kedua kakinya juga sama. Melebar hingga memenuhi ranjang. Dalam pose ini, satu ketakutan terburuk wanita melintas begitu saja. Ia langsung teriak lalu satu tamparan melayang. "ECHAAAAAAAAA!" Ferril tak tahan lagi. Lelaki itu menggelepar di lantai. Pistol-pistol terarah padanya. Satu lelaki hendak memulai wacana dadakan ini. Tapi melihat Ferril berter

