Makam Pahlawan

2697 Words

"Beeyb...." Girang sekali saat melihat istrinya masuk. Lalu ikut mendorong brankart-nya ketika Ferril dipindahkan ke paviliun. Beberapa keluarga sudah datang. Yang lain beranjak pulang karena memang tak diizinkan terlalu banyak orang di sini. Menjelang jam sepuluh malam, tentu saja sudah sepi. Bunda dan papanya tidur di kamar lain. Yeah, mereka tentu saja menemani. Karena Ferril yang sakit kan tak mungkin Echa sendirian yang menjaga. Jadi ditemani mereka sementara yang lain sudah pulang. Echa keluar dari kamar mandi dan suaminya masih membuka mata. Bahkan memainkan mata sekarang. Hahaha. Tempat tidur kan besar. Yaa rasanya memang seperti sedang tinggal di rumah. Bedanya, tangan suaminya diinfus. Echa geleng-geleng kepala melihat kelakuannya. Ia mengunci pintu. Kemudian berbaring di s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD