Simulasi Bapak Anak Tiga

1655 Words

Titan menelan ludahnya ketika kedua matanya menatap mata Om Pacar yang sudah berkabut. Dia tidak tahu apa yang ada di dalam pikiran Ammar. Namun, yang paling pasti dia merasakan ada sesuatu yang keras di bawah sana. “Om ...” Titan turun dari pangkuan Ammar. “Sepertinya Titan harus segera pergi.” Ammar tidak menjawab. Dia berdiri lalu berjalan dengan cepat ke arah kamar pribadinya. Gadis itu, menghela nafas. Dia menepuk-nepuk dadanya agar jantungnya berdetak secara perlahan. “Apa itu tadi yang namanya senjata perang?” gumam Titan. Karena isi kepalanya saat ini penuh dengan hal yang tidak-tidak. Titan memutuskan pergi ke toilet yang ada di lantai Dirut. Dia akan membasuh wajahnya berharap otaknya kembali ke arah yang benar. Setelah dari toilet, Titan kembali ke ruangan Ammar. Dia beren

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD