“Meskipun jauh, sentuhan itu masih bisa terasa.” *** “Gimana seminggu di Paris, Sa? Udah kangen Mami sama Papi nggak?” Wajah Liana yang ditimpa cahaya matahari serta Henry yang duduk di sampingnya tapi hanya tampak setengahnya terbingkai ringkas dalam layar ponsel Sakura. Ini baru panggilan video ketiga setelah putri mereka meninggalkan Indonesia. Sakura mengangguk-angguk sambil tersenyum. “Baik kok, Mi, Pi. Jadwalnya emang agak padat tapi masih bisa santai,” jawabnya sambil menyelipkan seutas rambutnya yang menutupi wajah karena diterpa angin. “Dan ya, kangen dong. Gimana Mami sama Papi tanpa aku di rumah? Sepi kan?” Jari telunjuknya menuding ke arah layar ponsel. “Nggak juga. Kan Hana suka mampir sini. Dia ribut banget kalo di sini.” Henry yang menjawab. Pandangannya beralih dari lay

