“Dua orang dewasa kalau sudah berargumen mirip anak kecil berebut mainan.” *** Tangan Fandy masih mencengkram pergelangan Sakura, tetapi tidak sampai menyakitinya. “Please, Sa. Jangan lari,” katanya. “Kamu nggak perlu ngerasa malu atau apapun itu. Kita anggap itu nggak terjadi, oke?” Entah kenapa Sakura kini justru merasa ada yang aneh. Cara Fandy memintanya untuk tidak pergi terdengar seperti seorang anak kecil yang memohon agar mamanya tidak pergi. Malu-malu, ia berbalik pada pria muda di belakangnya itu. “Thank you.” Fandy melepaskan genggaman tangannya dari Sakura. Sakura mengangguk lalu mematung. Ia tidak tahu apa yang harus ia katakan atau lakukan. Situasi sudah terlanjur menjadi canggung di antara mereka. “Kamu mau lanjutin tadi apa yang kamu mau kasih tahu ke aku?” Fandy lah

