Jiko

2237 Words

“Yang namanya kecelakaan itu nggak disengaja, kalau disengaja namanya rencana.” *** Hampir dua puluh empat jam lamanya setelah Sakura berjanji pada Fandy untuk memberikan jawaban mengenai keputusannya ikut kompetisi ilustrasi internasional itu. Namun ia masih tidak tahu harus menjawab apa. Badannya yang lelah sehabis kembali dari tempat kursus menambah kelesuannya. Sakura menopang kepalanya dengan kepalan tangannya yang bertumpu di atas meja di dalam kamarnya. Ia tampak gusar. “Ya Tuhan, gini aja lah. Aku minta tanda,” ucapnya. “Kalau aku lolos seleksi dan terpilih untuk pergi ke Perancis, ya aku emang ditentuin untuk lebih deket sama Fandy. Tapi kalo yang terjadi sebaliknya, Andrew itu jodohku. Please ya, Tuhan. Amin.” Ia mengambil ponselnya dan mengirimkan pesan kepada Fandy bahwa ia

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD