“Khawatir itu wajar selama nggak kelamaan.” *** “Ehem, ehem… Yang besok udah sah deg-degan nih ya.” Liana berkomentar menggoda putrinya untuk kesekian kalinya hari ini. Ia duduk bergabung dengan Sakura di ruang keluarga setelah makan malam. Sakura menghentikan aktivitasnya menelusuri i********: beberapa waktu terakhir ini untuk memeriksa komentar-komentar miring tentang keputusannya menikah dengan seorang duda beranak satu karena harta. Setelah sempat mencuat beberapa hari terakhir, kini semuanya sudah mereda. Beberapa dari mereka sudah meminta maaf meskipun sisanya lari begitu saja. Namun hubungan yang kuat terjalin di antaranya dan Andrew menjadikannya tidak tergoyahkan sama sekali. “Gimana perasaannya calon istri Bapak Andrew Leroy?” tanya Liana dengan pengucapan nama keluarga calon

