TLC 18

658 Words

“Mungkin ini sudah cukup,” jawab Rangga setelah yakin pennisnya tak dapat masuk lebih jauh lagi. Dengan perlahan Rangga mengayun pennisnya mencari kenikmatan yang dihidangkan dengan sukarela oleh tubuh istri temannya itu. Panttat Aira semakin terangkat, batang besar yang belum pernah dirasakannya itu ternyata mampu memberikan kenikmatan baru bagi dirinya. Mata Aira terpejam menikmati gesekan otot berselimut daging yang semakin lama semakin keras. Dinding vagginanya mencoba mengenali urat-urat yang menonjol di antara dinding kulit yang telah basah oleh lendirnya. “Gaaa, masukin yang daaalaammm,please,” lirih Aira. Dinding rahimnya menagih untuk kembali disapa ketika Rangga asik bermain dipermukaan vagginanya. “Ranggaaa,” teriaknya dengan kesal. Disaat vagginanya begitu mendamba kembali d

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD