"Kenapa kamu nggak beritahu aku!" Jingga menyerang Krisna, saat makan siang di Pabrik hari itu. Krisna yang baru saja mau menguyah ayam terdiam sejenak. "Soal apa?" "KDRT yang dialami Seta," tegas Jingga. Krisna mengerjap-ngerjap tampak bingung. "Oh itu, ya, sekalipun kamu tahu kurasa nggak ada yang bisa kamu lakukan. Bahkan warga kampung sekitarnya juga membiarkan saja." Jingga tertegun. Benar juga apa kata Krisna. "Tapi mungkin saja aku bisa meminta bantuan ayahku," dalih Jingga. Sebagai seorang prajurit TNI, ayahnya adalah salah satu tokoh masyarakat yang disegani warga desa. "Udahlah, untuk apa membahas itu sekarang. Lagi pula masalahnya sudah lewat, kan? Tuhan menyelesaikannya dengan cara yang lebih cepat," elak Krisna sembari menyuap nasi ke dalam mulutnya. Jingga mengerutkan

