Setelah selesai nonton bioskop, Seta dan Jingga mampir sebentar ke food court untuk makan malam. Seta bercerita tentang rasa kagumnya pada tokoh film yang mereka tonton tadi. Jingga hanya mengangguk-angguk. Sejujurnya dia tidak terlalu menyimak isi film itu, pikirannya begitu penuh, sampai rasanya tidak bisa memikirkan apa-apa selain peristiwa-peristiwa yang terjadi sebelum kematian Biru. "Seta, aku dengar ayahmu sudah meninggal," kata Jingga. "Aku turut berduka cita." Seta yang hendak menyuap nasi ke mulut terdiam. Dia tersenyum kecut lalu meletakkan sendok dan meminum es teh. Tampaknya pria itu tidak terlalu senang saat Jingga kembali membahas tentang ayahnya. "Kamu tahu dari mana?" tanya Seta. "Krisna." Senyuman masam kembali tersungging di bibir Seta. "Kenapa tiba-tiba kalian mem

