Jingga membuka lanjutan dari buku harian Biru. Dia semakin mendalami perasaan Biru. Pemuda itu menulis detail tentang Vio yang menjadi vokalis band kelas. Gadis itu memang punya suara yang merdu tetapi selalu gugup dan rendah diri. Maka Biru pun memberikan bros bintang pemberian ibunya pada Vio. Aku berbohong padanya bahwa bros itu adalah jimat keberuntungan yang bisa membuat dia lebih berani. Setelah menerima bros itu, dia bisa tampil sangat baik pada pentas seni sekolah. Vio aslinya sudah cantik, dia juga punya suara yang merdu dan pintar. Aku yakin suatu hari dia pasti bisa bekerja di dunia entertaint. Minimal jadi penyiar radio. Jingga tersenyum membaca tulisan Biru itu. Tampaknya Biru memiliki keahlian untuk menilai bakat orang lain. Halaman selanjutnya Biru bercerita tentang Rosa,

