Sinar mentari pagi tertutup awan mendung, ketika Jingga membuka pintu rumah. Jingga memandangi gumpalan kapas di langit yang berwarna kelabu itu. Langit seakan mengerti isi hatinya. "Jangan lupa bawa payung, Sayang." Terdengar suara Yangti yang mengingatkan. "Ya, Yangti, Jingga sudah bawa. Jingga berangkat dulu, Assalamualaikum." Jingga berpamitan, lalu melangkah keluar dengan terpincang-pincang. Akibat dari jatuh kemarin, kakinya masih terasa nyeri, sehingga dia tak dapat naik sepeda. Gadis itu sebenarnya telah mengirimkan pesan BBM pada Krisna, meminta pria itu menjemputnya. Akan tetapi, Krisna bahkan tak membalas pesannya. Jingga memutuskan mau nyewa ojek yang berada di depan gang rumahnya. Gadis itu teringat akan kejadian kemarin di kantor saat makan siang juga saat berada di mini

