25 Flozia POV Dengan suasana hati yang masih buruk dan tubuh yang juga masih terasa kurang sehat, aku bersiap-siap untuk berangkat ke toko sepatu milikku pagi ini. Sebenarnya Raven tidak mengizinkanku ke toko, tapi kapan aku mau menurut padanya? Raven terlihat sibuk mengikat dasinya, sedangkan aku menghela napas melihat isi lemari yang berantakan gara-gara tadi malam Raven memaksa untuk menyingkirkan beberapa pakaianku yang menurutnya terlalu seksi itu. Aku meraih satu helai bluose sifon tanpa lengan berwarna putih, sedikit transparan sebenarnya, tapi aku sangat suka blus yang satu ini karena begitu nyaman tubuh. Setelah itu, aku meraih satu helai rok mini berbahan jeans. Segera kulepas kimono yang tadi kukenakan saat selesai mandi, lalu mulai mengenakan pakaianku satu demi satu

