24

1349 Words

24   Flozia POV   “Selamat, Ibu hamil tujuh minggu.” Kalimat ini terus-menerus terngiang di telingaku dan membuatku kesal. Bagaimana mungkin aku bisa tidak tahu bahwa aku hamil? Apakah memikirkan Raven benar-benar telah menguras seluruh kesadaran dan ingatanku? Aku bahkan tidak bisa mengingat kapan tepatnya terakhir kali aku haid. Tadi pagi Raven dan seluruh keluarga berhasil memaksaku ke dokter. Dan hasil pemeriksaan menyatakan aku sudah hamil tujuh minggu. Aku tidak tahu harus bahagia atau bersedih, yang jelas aku semakin galau. Begitu tahu aku hamil, Raven dan seluruh anggota keluargaku bersuka-cita, Kak Auren yang belum pulang dan masih menginap di rumah Mami, terlihat sangat antusias. Tingkah Raven juga sukses membuatku kesulitan bernapas. Berita kehamilanku sepertinya membuat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD