23

1421 Words

23   Author POV   “Flozia mana?” tanya Raven dingin pada Arini yang sedang duduk santai saat sepi pengunjung seperti ini. “Kak Flo keluar tadi, Pak. Tidak bilang mau ke mana.” Raven menghela napas kesal. Sudah pukul satu siang, ia sudah lapar. Saat mendatangi Flozia ke toko sepatunya, Flozia tidak berada di tempat, bahkan ponselnya tidak aktif saat ia hubungi. Raven tahu, Flozia sedang kesal padanya. Yang ia tidak tahu adalah apa yang membuat istrinya itu marah. Tiba-tiba sebuah mobil berwarna biru berhenti tepat di depan toko Flozia. Tidak lama kemudian terlihat Flozia dan Rakka keluar dari mobil. Raven mengertakkan gigi, kesal melihat istrinya jalan bersama pria lain. “Mampir dulu, Ka,” ajak Flozia sambil tersenyum tipis pada Rakka, senyum yang membuat perut Raven terasa melilit

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD