22

1379 Words

22   Author POV   “Ada apa?” Raven heran saat menjemput Flozia di toko sepatunya, istrinya itu terlihat muram. Wajahnya juga sembap seperti habis menangis. Apa Flozia sakit sepanjang hari ini? Raven mendesah kesal. Sejak awal ia sudah tidak setuju dengan keputusan Flozia untuk bekerja hari ini, tapi Flozia terlalu keras kepala untuk menurut padanya. Bahkan Flozia juga menolak sarannya untuk ke dokter. Flozia menggeleng tanpa menatapnya, membuat hati Raven tiba-tiba tidak nyaman. Flozia meraih tasnya dan berjalan melewati Raven menuju pintu keluar toko. Raven mengikuti Flozia menuju mobilnya yang terparkir di depan toko. Sejak hubungan mereka harmonis, Raven memang mengusulkan agar Flozia pergi dan pulang kerja bersamanya. “Flo… ada apa?” tanya Raven begitu ia dan Flozia sudah ber

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD