19 Author POV Raven menggandeng tangan Flozia keluar dari sebuah cafe di salah satu pusat perbelanjaan. Senyum manis seperti tidak pernah lepas dari wajahnya. Jatuh cinta memang sejuta rasa. Dan Raven baru mengalaminya sekarang, saat ia bersama Flozia, istrinya. “Mari kita belanja,” ajak Raven lembut dan mesra pada Flozia. Flozia mengangguk dan tersenyum. Sepuluh menit kemudian, Raven dan Flozia terlihat sibuk memilih pakaian di salah satu pusat perbelanjaan yang cukup terkenal. “Sepertinya kemeja ini cocok untukmu,” kata Flozia sambil menarik sebuah kemeja mahal berwarna cokelat muda. “Warnanya sangat cocok dengan warna matamu,” kata Flozia sambil mematutkan kemeja itu ke tubuh Raven. Raven tersenyum lebar. “Jadi, kamu memperhatikan warna mataku juga?” tanya Raven senang menyadari

