Aku Bukan Wanita Itu, Tapi Tubuhku berkata Lain

1181 Words

Baby berdiri cukup lama di depan wastafel. Pakaian tipis yang melekat di tubuhnya kini terasa seperti beban. Kaus tidur berwarna putih s**u yang ia kenakan mulai menempel erat di kulit karena keringat yang belum sempat ia seka. Hanya pakaian dalam tipis dan celana pendek yang menutupi tubuhnya… dan semuanya terasa terlalu panas. Wajahnya masih merah, kulitnya seperti terbakar oleh imajinasi liar yang tak bisa ia hentikan—semua berawal dari satu tatapan mata Reigan. Matanya menatap ke arah pintu. Jarak antara dirinya dan pria itu hanya beberapa langkah. Namun yang membatasi mereka bukan hanya pintu kayu, tapi perjanjian yang belum selesai—tentang komitmen, kendali, dan batas yang seharusnya tak dilewati. Namun malam ini, tubuh Baby mulai mengkhianati batasan itu. Tangannya gemetar saat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD