Baby dengan matanya yang sayu itu mengalihkan pandangannya segera dari Reigan yang mulai mengatakan hal-hal panas di telinganya. Ia tahu batas kemampuannya untuk menahan godaan pria itu. "Rei, aku mau di sini dulu, kamu keluar gih." Baby berusaha menyembunyikan wajah merahnya dari Reigan. Reigan mengerti, gadisnya malu setengah mati. "Baiklah, sudah malam. Selamat istirahat, Sayang." "Hem, selamat tidur Rei." Reigan keluar dari kamar itu, membiarkan pintunya tertutup rapat. Baby buru-buru menguncinya, ia tak mau jika Reigan masuk tanpa bilang. Walaupun Reigan tidak pernah begitu selama ini, tapi jujur saja Baby takut, apalagi mengingat sorot mata Reigan tadi. Reigan tersenyum, ia tahu apa yang dilakukan gadis itu barusan. "Hem, semoga nanti kau tak terlalu lama menarik ulu

