Tato Semi Colon

1026 Words

"Argh!!" Baby membekap mulutnya cepat. Ia memegangi lututnya yang terkena batu saat melompat dari jendela kamarnya. Gadis itu nekat karena tak mungkin keluar lewat pintu, Reigan pasti akan curiga nanti kalau ia nekat begitu. "Sakit," ucapnya pelan. Ia lalu melihat ke luar, anehnya pintu gerbang malah terbuka. Entah apa yang dilakukan satpam penjaga, tapi Baby mensyukuri hal yang kebetulan itu. "Aku harus buru-buru." Baby lalu keluar sambil mengendap, rupanya satpam sedang mengobrol dengan temannya yang ada di depan rumah. Itu memang kebiasaan satpam kalau jam malam, karena pasti pikirnya takkan ada masalah serius. Baby menghela napas lega, akhirnya ia bisa ke depan untuk mencari taksi. Sebenarnya Baby amat gugup, ia takut jika tidak menemui Ziko, foto itu akan menyebar dan nantin

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD