bc

Istri tawanan pembunuh bayaran.

book_age18+
2
FOLLOW
1K
READ
contract marriage
HE
forced
mafia
blue collar
drama
like
intro-logo
Blurb

Alice. Dia tidak pernah berpikir. Bahwa dia akan menikah dengan pembunuh bayaran. Ini semua terjadi karena keadaan.

“Aku akan menjualmu, untuk melunasi hutang kita” Kalimat ini adalah kalimat menyakitkan yang ia dengar.

Tapi dia tidak punya pilihan lain. Alice tidak pernah mencintai Wilson. Tapi, apakah takdir berkata lain? Atau tetap sama.

chap-preview
Free preview
Menikah.
"Aku akan menjual kau dengan seorang pria?" Pria itu berkata kepada Alice. Pria paruh baya yang Alice anggap pria itu adalah ayahnya. "Apa!!?" Tentu saja ia terkejut dengan perkataan ayahnya tersebut. Alice menatap ayahnya dengan tatapan tidak percaya. Ia tidak sangka ayahnya akan mengatakan hal yang tidak ingin di dengar oleh seorang anak perempuan "Alice tidak ingin! Alice mempunyai kekasih ayah." "Ayah tidak akan peduli, kau itu sudah kami besarkan. Kamu harus membalas budi kepada kami." "Apa? Jadi selama ini kau tidak pernah tulus merawat saya?" "Tentu saja, kau itu tidak pernah di harapkan kehadirannya di keluarga ini. Ibu kau saja yang memohon agar aku tidak menjual kau." Tidak percaya dengan perkataan ayahnya, wanita paruh baya datang. Wajahnya sudah tua, ketika dia mendengar keributan di ruang tamu. Ia segera pergi ke tempat itu. "Apa yang terjadi." Alice hanya diam, Dia tidak tahu apa yang harus ia katakan. Dia sudah sangat kecewa dengan perkataan ayahnya. "Ayo ikut saya." Dia menarik tangan Alice. "Tidak!" "Kau ingin membawa dia kemana?" "Kau tidak perlu tahu, aku ingin dia membayar semuanya." Dia membawa Alice dan Alice hanya pasrah. Dia cinta dengan ayahnya, walaupun ayahnya tidak pernah menganggap dia ada. Seorang anak perempuan pasti akan tersakiti jika ayahnya. Cinta pertamanya, mengatakan hal tidak harus ia katakan. Alice masih terdiam, Ia masuk ke dalam mobil. Dan mereka pergi ke suatu tempat, Mereka sampai di suatu rumah yang cukup besar. Sekitar rumah tersebut di jaga oleh beberapa penjaga. Sebelum masuk gerbang, salah satu dari penjaga tersebut menyuruh mereka untuk berhenti. "Ada perlu apa kalian ke tempat ini?" "Aku sudah mempunyai janji dengan tuan Wilson." "Baiklah, silakan masuk." Penjaga tersebut membuka pintu gerbang, Dan mempersilakan mereka untuk masuk. Alice diam, Dia sudah mempunyai kekasih. Dan dia akan segera menikah dengan kekasihnya, tapi sekarang? Entah apa yang ia harus kalukan. Mereka masuk ke dalam rumah besar itu, seorang lelaki dengan jas hitam dan wajah datar. Duduk di kursi dan menggoyangkan gelas yang berisi wine. "Tuan, saya sudah membawa anak saya. Dan saya akan menjual dia." Pria tersebut mengeluarkan ponselnya, Dia menunjukkan layar ponselnya kepada Alice dan ayahnya. "Aku sudah transfer uang yang aku janjikan." Kata lelaki itu dengan nada berat. "Apakah benar! Terimakasih! Terimakasih tuan." Ia pergi meninggalkan Alice dengan pria itu. Lelaki tersebut melihat Alice dan tersenyum. "Kau sekarang adalah milik saya, saya sudah membeli kau dari ayahmu itu." Alice hanya diam, Dia melihat ke arah Wilson. "Sayang sekali ayah kau membuang kau di sini." Wilson tersenyum dia menaruh gelasnya dan bangkit dari duduknya mendekat ke Alice. "Kau tidak perlu kasihan kepada saya." "Heh! Sekarang kau sudah menjadi milik saya. Dan kau harus menikah dengan saya." "Pelayan!" Beberapa wanita segera datang ketika mendengar panggilan Wilson. Mereka berbaris dengan rapi dan menundukkan kepala mereka. Mereka tidak berani menatap Wilson. "Cepat persiapkan dia untuk menikah dengan saya." "Tunggu, kenapa kau ingin menikah dengan saya?" "Kau sudah menjadi milik saya, Dan kau harus menikah dengan saya. Dan jadi wanita milik saya." Wilson pergi setelah mengatakan hal tersebut. Alice hanya diam, apakah dia sangat tidak berharga. Mungkin orang lain akan mengatakan tidak. Tapi ayahnya menjual dia kepada seorang pria yang bahkan ia tidak mengenal pria tersebut. Mungkin untuk Mereka, ayah adalah cinta pertama mereka. Tapi tidak dengan Alice, menurutnya. Ayah adalah rasa kecewa pertama yang ia dapatkan. Sekarang ia sudah di beli oleh seorang pria. Dan dengan terpaksa ia harus menikah dengan pria tersebut. _______ Pernikahan itu hanya para pelayan dan penjaga Wilson yang menjadi saksi. Tidak ada gedung, tidak ada undangan dan tidak ada tamu. Setelah pernikahan selesai, Wilson mengajak Dinda ke kamarnya. "Aku sudah membeli beberapa pakaian untuk kamu. Dan ini adalah peraturan untuk kau." Alice melihat selembar kertas yang di berikan oleh Wilson. Dia mengambil kertas itu dan melihat aturan yang harus ia patuhi. Alice membaca semua peraturan yang sudah di tulis oleh pria itu. Hingga dia memperhatikan satu aturan yang tidak ingin ia lakukan. "Aku tidak ingin melakukan peraturan nomer 3." "Maksudmu melakukan hubungan intim sedang saya?" "Ya, aku tidak ingin melakukannya." "Kau harus melakukannya, itu adalah sebuah perjanjian dan jika Kau melanggar aturan tersebut. Aku akan membuat keluarga kau hidup menyedihkan. Dan aku akan membuat perusahaan ayahmu jatuh." Mendengar ancaman dari Wilson, Alice tidak bisa membantah dan segera menandatangani peraturan tersebut. "Baiklah, aku sudah menandatangani peraturan ini." "Baiklah, sekarang kau tidak boleh kerja. Kau hanya akan berada di sini dan melayani saya." Wilson menarik Alice untuk mendekat dan merangkul pinggangnya. Wilson mulai mencium Alice sebagai pemanasan untuk hal utama. Ia membawa gadis itu ke tempat tidur dan mulai melakukan hubungan. Sampai pada tujuan utama, Alice merasakan sakit di bagian bawah. Ia ingin menangis karena itu terlalu sakit. Tapi pria itu memasukkannya lebih dalam dan menggoyangkan panggulnya. Hingga akhirnya mereka berdua tertidur lemas. Setelah melakukan aktivitas di malam hari. Di pagi hari... Alice terbangun, Dia berusaha untuk pergi dari kasur ke kamar mandi. Dia berusaha keras karena bagian bawah masih sakit. "Aaakhhh!" Ini pertama kalinya dia melakukan hubungan. Ia tidak pernah melakukannya dengan kekasihnya. Ia masuk ke dalam kamar mandi dan menangis. Ia kehilangan hal yang berharga bagi dirinya. Ketika lelaki bercerai tidak ada yang hilang dari dirinya. Tapi ketika perempuan bercerai banyak yang hilang dari dirinya. Setelah mandi ia memakai pakaian biasa, membuka pintu kamar mandi. Dan ia melihat Wilson sudah rapi dengan baju panjang putih dan celana panjang hitam. "Karena kau masih perawan, aku akan memberikan kau hadiah." Wilson memberikan kartu black card. Dan Alice hanya diam, Dia tidak tertarik dengan uang. Dia memang miskin dan membutuhkan uang. Dan ayahnya menjual dia karena uang. "Kau bisa membeli apa saja dengan kartu itu." "Aku tidak butuh." Wilson mengerutkan keningnya, jawaban dari Alice tidak pernah dia dapat dari wanita manapun. Semua wanita yang dia temui, semua senang dengan uang. Dan mereka akan melakukan apa saja untuk mendapatkan uang. Wilson menarik tangan Alice dan memberikan kartu black card. "Ambil saja ini, Dan rawat dirimu." Kata Wilson dengan santai. Dan dia pergi dari tempat tersebut.

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
195.2K
bc

Bukan SEX-retaris Simpanan

read
17.9K
bc

Kali kedua

read
222.6K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
237.0K
bc

TERNODA

read
203.1K
bc

Istri Lemah, Pengacara Kejam

read
1.4K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
23.3K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook