Bab 20 - Butterfly Fly Away

1868 Words

Rani duduk di kursi ruang tunggu kamar Deeva dengan pandangan mata yang kembali melayang. Ia tidak ingin Deeva melihat wajahnya yang murung, jika ia masuk kedalam kamar Deeva sekarang. Ia sadar bahwa ia begitu keterlaluan dengan ucapan kepada Alfian tadi. Pikiran Rani kembali mengingat interaksi yang dilakukan Alfian dan Deeva tadi saat di taman. Ia melihat tawa ceria Deeva untuk pertama kalinya setelah masuk rumah sakit. Ia dapat mengingat dengan jelas bagaimana rona bahagia yang Deeva keluarkan tadi. Ia mendengarkan semua permintaan Deeva dari balik rimbunnya bunga-bunga didepan mereka, Hatinya teriris mendengarkan permintaan sederhana yang dilontarkan putri kecilnya. Ia dapat melihat Alfian yang tertawa bahagia. Alfian memang berubah beberapa hari ini, tidak ada lagi wajah dingin

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD