Alfian duduk sedikit menjauh dari Rani dan kedua orang tuanya. Dari tempatnya berada sekarang, dia dapat melihat raut khawatir semua orang perlihatkan.Diapun merasakan hal yang sama khawatir melihat putri yang baru saja dia ketahui sedang berjuang sendirian. Matanya terhenti menatap Mama mertuanya dulu yang memeluk Rani mencoba menguatkannya, sedangkan ayah mertuanya tertunduk lesu bersandarkan dinding. Dia meringis, menahan rasa sakit yang mendera seluruh wajah dan tubuhnya akibat dihajar Reno tadi. Tak membela diri, Dia tahu kesalahannya. Rasa sakit ini tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan rasa sakit yang Deeva rasakan sekarang di balik ruang perawatan itu Tangannya berpilin, merenungi kebodohannya, seharusnya ia tidak memberikan perjanjian gila itu dan bisa lebih cepat membuat D

