*** Ini pertama kalinya dalam 5 tahun, Alfian dapat kembali tidur dengan begitu nyenyak. Ia kembali bermimpi pertemuan pertamanya dengan anaknya. Mata Deeva yang mirip denga matanya membuat perasaannya membuncah. Ia seolah ikut bertanggung jawab dengan kehadiran Deeva, walaupun selama ini ia tidak menginginkan Deeva Mata Alfian terbuka lebar saat melihat Rani sedang menagis terisak dengan memeluk lututnya, tubuhnya masih terlihat polos akibat perbuatan mereka kemarin. "Ra..." panggil Alfian pelan. Perkataan Deeva saat ia gendong waktu itu dan sikap yang Rani tunjukan sekarang membuat lubang teramat besar dihatinya, lubang yang telah terisi dengan penyesalan besar dari keegoisannya. Penyesalan yang telah membuat nyawa anaknya yang sudah berada diujung tanduk menjadi permainannya. "R

