*Flash back* Alfian berdiri didepan rumah sakit yang tertera dikertas yang diberikan Rani kemarin malam. Ia tidak bisa tidur memikirkan apa yang dikatakan Rani semalam. Ia tau Rani berbohong dengan mengatakan bahwa ia telah mengugurkan anak mereka. Hatinya begitu perih saat mendengar bahwa anak yang dulunya tidak ia inginkan sedang menderita penyakit yang begitu mematikan. Bukankah seharusnya ia senang karena anak yang tidak ia inginkan sedang menderita, bahkan harapan hidupnya begitu tipis, namun entah mengapa justru sebaliknya. Hatinya begitu sakit, begitu perih, bahkan terkoyak lebar mendengar darah dagingnya menderita seperti sekarang. Dengan perlahan ia mulai memasuki lobby rumah sakit ini menuju bangsal anak menderita kanker. Tak terhitung berapa perawat bahkan keluarga pasien

