"Kejarlah dia sebelum kau menyesalinya " - Alexa - "Seminggu lagi pertunanganmu dengan Alexa akan dilaksanakan jadi kamu di rumah saja untuk sementara." Perkataan itu keluar dari mulut papaku. Amarahku naik dan tatapanku tajam bak menghunus belati. Aku masih bersikap sabar dan mendengarkan papa. "Tak ada penolakan atau papa akan bertindak jauh untuk artis itu." Ancamnya dengan sangat halus Lagi-lagi dia mengancamku dengan menggunakan karir Rayya. Dia memang tak henti mengancamku menggunakan Rayya hanya demi mengincarku! Dan mendapatkan keinginannya! Dan aku sangat muak! Brak! Ku hantamkan tanganku di meja dengan keras. Ku tajamkan sorot mataku menatap wajah papa. "Berhenti membuat hidup seseorang sebagai permainan!" Bentakku sembari meraih kerah bajunya Ku liat ekspresi w

