Aku sedikit terkejut melihat Dika yang sudah menunggu di depan rumahku sedari pagi. Bahkan di saat Arnold dan Mommy Berta masih tidur, pria itu telah bertamu dan membangunkanku pagi- pagi. “ ada apa? Pagi- pagi sudah bertamu.” heranku. “ aku lagi ada masalah, Aldista!” ucap Dika panik. ‘ lagi? Apa ia akan memintaku memohon pada Arnold meminjamkan uang?’ batinku mulai kesal. Papa juga masih beberapa hari lagi pulang- hingga aku, benar- benar bisa bebas dari pria yang tak lagi muda ini. “ apa lagi?” ucapku mulai malas. “ ini pembeliku.” ucap Dika panik. Lalu Dika menceritakan segalanya, soal pembelinya yang mengancamnya karena Dika tak segera menyelesaikan pesanannya- ke ranah hukum. ‘ konyol! Hanya karena kurungan saja sampai membawa nama hukum?’ heranku. “ padahal, aku sudah menga

