"Masih menjadi pertanyaan besar tentang siapakah kau sebenarnya. Sebab tak pernah kutemui gadis dengan wajah mungil sepertimu di sini, selain dirinya tentu saja." ~Pedro Viscout. *** "Jadi, kau sudah resmi debut, nih?" Valerie benar-benar berusaha untuk menyembunyikan kekehan dari pertanyaannya baru saja, tetapi tampaknya itu tak cukup berhasil. Sebab meski diucapkannya setenang mungkin, ia tetap saja terkekeh setelah kalimat itu mengudara. "Jangan mengejekku, Valerie," Pedro mengecam, tak peduli meski ia dan perempuan yang dikecamnya barusan telah tumbuh bersama-sama sejak mereka kecil. "Kalau kau ada di sini, sudah kupastikan aku akan menjambak rambutmu. Dengan. Sangat. Erat." Tetapi bukannya takut, Valerie malah tertawa terpingkal-pingkal di ujung teleponnya sana. Suara perempuan i

