"Bahagiamu adalah bahagiaku. Kini telah kulepaskan semua, dan aku sungguh berharap agar kau terus bahagia." ~Valerie Genneth. *** Entah sudah gelas bir yang keberapa, Valerie tidak tahu. Rasanya tidak ingin dia berhenti meminum cairan cokelat itu malam ini, demi menuntaskan segala keruwetan yang bersemayam di kepala. Setelah menunggu hampir sepuluh menit lebih di dalam mobil milik Pedro, akhirnya Valerie bisa tersenyum saat sahabatnya itu tampak berjalan cepat menuju tempat parkir. Bergeser untuk membukakan pintu bahkan sebelum tangan Pedro terulur menarik handle pintu, Valerie sudah melongokkan kepala dari dalam sana. Dan tidak perlu menunggu lebih lama, Pedro dan Valerie akhirnya berkendara menuju salah satu kafe langganan mereka yang berada di pusat kota. "Kepalaku mau pecah, Pedro

