Besok Kita Menikah 🔥

1419 Words

Aurelia terdiam beberapa saat. Pertanyaan Damian barusan masih bergema di telinganya, membuat jantungnya berdentum lebih keras. Untuk pertama kalinya sejak rapat tadi, wajahnya terlihat kikuk. Ia menunduk sejenak, sebelum mengangkat pandangan dengan hati-hati. “Apakah kau… benar-benar yakin dengan itu?” suaranya pelan, hampir seperti gumaman. Damian menyandarkan tubuhnya ke kursi, mata tajamnya menatap lurus ke dalam mata Aurelia, seolah menelanjangi setiap keraguan di balik tatapannya. Bibirnya melengkung tipis, bukan senyum hangat, melainkan senyum penuh keyakinan dan kepemilikan. “Yakin?” Damian menurunkan suaranya, serak, menghantam syaraf Aurelia. “Bukankah sejak awal itu yang kau tawarkan padaku? Kita sudah sepakati, Aurelia. Kau memberi harga, aku membayar. Malam panas itu bukan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD