Tidak pernah sekalipun Luna berpikir untuk melamar seorang pria. Sejak kecil impiannya itu dilamar seperti drama-drama telenovela yang suka bunda lihat di televisi. Tapi mengapa kenyataannya berubah seratus delapan puluh derajat? Apa dunia sudah terbalik? Atau apakah jam sudah berputar arah? "Candamu tidak lucu. Kamu nggak berbakat jadi pelawak tau nggak sih," dengus Lionel. "Apa kamu lihat aku sedang bercanda?" balas Luna cepat. "Tapi kalau kamu tidak percaya ya sudah. Anggap saja pembicaraan ini tidak ada." "Kenapa begitu cepat? Aku bahkan belum memberikan jawaban. Jujur saja perkataanmu cukup membuatku terkejut. Dan ini untuk pertama kalinya aku dilamar seorang wanita," kekehnya. Ingin rasanya Luna memakai topeng untuk menutupi rasa malunya. Sebenarnya apakah dirinya masih masih m

