Sudah jatuh lalu masuk ke dalam sumur. Seperti itulah nasib Luna ketika mengucapkan kalimat terakhir dalam pembicaraannya dengan Jason. Bodoh! Mengapa mulutku tidak bisa diajak kompromi!? Mengapa ucapan menikah tercetus begitu saja? Lalu dengan siapa aku akan menikah untuk membuktikan jika aku tidak berbohong!? Sial! Luna menarik napas panjang dan mulai memijat keningnya yang terasa sakit. Semua ini gara-gara Jason! Jika bukan karena pria itu yang membuat emosinya naik, bibirnya ini pasti masih bisa dikontrol! Apa katanya tadi? Menikah? Pria mana yang akan menikahinya? Digigit ujung kuku ibu jarinya, kebiasaan Luna jika sedang cemas. Apa dia harus meminta tolong bunda untuk mencari seorang pria yang mau menikahinya? Tapi bagaimana jika pria yang akan menjadi suaminya itu seorang psiko

