"Apa mas?", ucap rosna.
" Kamu kan sakit, ngapain malah kayak inem pelayan sexi bikin teh gitu. Harusnya kamu istirahat ", ucap alvian mengalihkan pembicaraan.
yamet kudasi, yamet kudasi. ... suara dering ponsel alvian terdengar. Alvian segera mengambil ponsel dari saku celananya. Sekertarisnya menelfon dengan suara manja pake desah desah gila. Alvian menanggapinya dengan biasa saja sebab sudah menjadi kebiasaannya menghadapi sekertaris yang super keganjenan itu. Rosna yang mendengar merasa ngeri. Dalam hatinya, ia berfikir itu istri alvian. Baru saja dia bahagia dapat teman sebaik alvian. Ternyata laki laki itu buaya, udah punya istri malah tadi nyosor nyosor bibir pula. Rosna jadi tambah murka aja. Diusirnya alvian secara tiba tiba.
"Keluar sekarang juga mas! ", bentak rosna.
" Kamu kenapa sih, kok malah ngusir tamu", ucap alvian.
"Pokoknya keluar, aku gak mau kamu lama lama disini", bentak rosna.
Alvian yang merasa aneh dan terkejut segera berjalan keluar sambil melongo menatap rosna yang mungkin lagi kesambet arwah nenek gayung penunggu pohon bugenvile yang di tanam di pot teras kosannya, pikir alvian.
Duuakkkkk... gobrakkk.... kebiasaan alvian suka jalan kagak fokus arah tujuan akhirnya tembok pun jadi sasaran. jidat dan hidungnya nyosor ke tembok.
"Ha ha ha ha ha hihihihihihihi", rosna tertawa seperti mak Lampir lagi kesurupan.
Alvian mengelus jidat dan hidungnya dan segera lari ke mobil. Di ambilnya air mineral dan di teguk sampai habis gak tersisa.
" Kok gak manis sih nih air", kata alvian
"Ya jelas lah itu gk ada manisnya kan bukan le mineral ", ucap alvian lagi
Ponselnya berbunyi lagi, sekertarisnya menelfon lagi mengingatkan ada meeting penting. Alvian melajukan mobilnya menuju perusahaan. Di sepanjang perjalanan ia memikirkan keadaan rosna. Ia mengkhawatirkan rosna yang sendirian tanpa ada yang menemani. Alvian sama sekali tidak memikirkan masalah yang terjadi barusan, yaitu saat dia di usir rosna secara mendadak.
Setibanya di kantor ia menyuruh sekertarisnya menyiapkan baju ganti di ruangan kamar khusus untuk dia istirahat. Sebelum meeting alvian mengganti pakaian yang acak adul dengan pakaian yang bersih dan rapi.
Sinta yang sedari memperhatikan bosnya itu jadi senyum senyum ngeri. Pasti si bos barusan udah main kuda kudaan sama wanita, di lihat dari bajunya yang ludes dan rambutnya yang acak acak an pasti deh si bos lagi asik melalang buana di siang bolong, pikir Sinta.
"Ternyata bos gak se alim yang gua kira, ada banyak kesempatan nih", gumam Sinta sambil membuka satu kancing kemejanya sehingga terlihat gundukan bukit nya.
Tampak bos ganteng keluar dari kamarnya, Sinta segera membuntuti alvian yang sedang berjalan menuju ruangan meeting.
Meeting pun di laksanakan, alvian duduk di depan Sinta. Bukannya fokus meeting, alvian malah ngelamun dengan pandangan kosong. Sinta yang sadar bos gantengnya itu melamun ke arahnya, seketika Sinta berbunga bunga. Pasti si bos ganteng lagi asik sama gunung gue, pikir Sinta. Ini baru gunung bos, kalau bos mau sempol gue kasih, bahkan apem gua rela buat bos, pikirnya lagi. Sinta senyum senyum bikin ngeri. Alvian yang setengah sadar kalau lagi meeting langsung balik fokus setelah gak sengaja liat gunung yang bikin ngeri . ia melihat Sinta dengan pandangan jijik.
Meeting selesai, alvian lngsung mengambil ponselnya dan mengirim chat ke rosna, udah makan belum? sekarang kamu lagi ngapain kok sepi!, tulis pesan alvian ke rosna. Namun chat itu hanya di baca tidak di balas. Alvian duduk di kursi kebesaran sambil liatin ponselnya.
tok tok tok suara pintu di ketok dari luar. Empunya ruangan mempersilahkan masuk.Nampak Sinta sudah melepas blazer yang tadi ia pakai saat meeting. Sekarang tinggal kemeja polos warna putih dengan kancing rendah, pandangan yang menyilaukan mata lelaki. Dengan rok di atas lutut yang ketat mencetak jelas casing apemnya.
Alvian segera menyuruh Sinta mengambil remot AC. Ia menyuruh Sinta menurunkan suhu ruangannya. Pasti si bos udah kepanasan nih , dalam hati ia berbicara. Sinta mendekati alvian dan memberikan berkas untuk di tanda tangani.
Ponsel alvian berbunyi, nampak notifikasi pesan masuk dari rosna, dibacanya pesan itu. Aku tiduran mas, belum makan. masih mau masak. Alvian membalasnya dengan balasan aku mengkhawatirkan kamu. rosna membalasnya lagi, Khawatirkan istrimu, jangan orang lain. Alvian membalas lagi,kamu calon istri aku boleh juga. Rosna membalas dengan kata dasar laki laki buaya.
Alvian lngsung melakukan video calling, nampak rosna tiduran manja bikin alvian tambah deg deg an. alvian senyum senyum bahagia.
"mass....... kapan ini kelarnya", ucap Sinta dengan gayanya yang selalu pakai desah desah manja, membuat telinga siapa saja pasti ngeri ngerong dengarnya.
Rosna tampak menyeramkan wajahnya mendengar suara manja Sinta.
" Dasar buaya setengah kadal", ucap rosna.
"Kamu kenapa sih rosna, nanti makan bareng ya abis aku pulang kantor", ucap alvian
" mas....", ucap Sinta lagi.
alvian meletakkan ponselnya di ponsel holder di mejanya, namun tidak menutup panggilan video nya. Sinta yang super panas gayanya mendekati alvian dan menyerahkan berkas dan membuka halaman lembaran berkas yang harus di tanda tangani. Dengan sengaja Sinta menggesekkan gunungnya di kepala alvian. Rosna tampak sebal sekali dan menutup panggilan .
"kecilin lagi AC nya", bentak alvian
" Siap mas bos, aku kecilin, mas bos kepanasan yah"ucap rosna.
"Aku kedinginan!!, kamu yang kepanan, tuh lihat kancing kamu kependekan panas ya, kalau masih panas sana mandi di toilet! ", ucap alvian.
" ih mas bos bisa aja, ini style terbaru aku loh mas bos, lagi trend yang begini, biar kayak jenifer Lopez tau", ucap rosna sambil malu malu garong.
"udah nih berkasnya, cepet out dari sini", ucap alvian sambil melambaikan tangannya mengisyaratkan perintah pengusiran.
Kalau bukan kerja kamu yang bagus dan selalu sempurna, gua juga ogah punya sekertaria kucing garong kayak gitu, alvian berbicara dalam hatinya.
Di waktu yang sama di tempat berbeda, Rosna sedang sebel banget esmosi stadium akut. Sambil mulutnya monyong monyong makan cemilan ia terus menggerutu.
"Dasar buaya jelmaan kadal, bisa bisanya Gue kena sosor. Padahal pas di rumah sakit feel nya dapet banget, lembut, perhatian, bikin hati gua tenang", kata rosna sambil menghayati rasa ciuman alvian, wajahnya sangat menikmati.
meong... meong,,,, suara kucing membuyarkan lamunan rosna.
" ihhh ngapain gue jadi baper, kan harusnya gue marah udah di mainin buaya jelmaan kadal", umpat rosna.
Rosna mengambil ponselnya dan mengirimkan pesan beremotikon gambar buaya ke alvian. Setelahnya rosna balik lagi berbaring tiduran di kamar kosnya.
Alvian yang sedang bersiap siap pulang membuka ponselnya. Melihat pesan chat dari rosna, ia sangat berbunga bunga .Ia keluar ruangannya sambil senyum manjah. Di lihatnya lagi emoticon buaya dari rosna. Kode nih kue buaya. Minta dilamar nih bocah, dalam hati alvian berkata.
Alvian menuju mobilnya dan melajukan kendaraannya ke rumahnya. Sesampai di rumah ia bersiul kegirangan berjalan menuju kamarnya. Tanpa melepas sepatu dan pakaian, alvian terjun telentang di kasurnya.
"Dasar bocah, awalnya doang garang. Giliran udah tau rasanya sosoran gua langsung minta di lamar. Tau aja ular sanca gue udah gak tahan di sarang", ucap alvian sambil senyum senyum menatap foto profil rosna di kontak w******p.
Satu jam sudah alvian tertidur, mamanya masuk dan melihat anak kesayangannya tidur pulas.
"Dasar jorok, gak mandi acak acakan pakai jas bisa bisanya tidur", ucap mama alvian.
" Bangun vian, sudah mau sore", bentak mamanya.
Bukannya bangun, alvian malah miring peluk guling sambil ngigo, di ciumnya guling itu.
"Sabar ya beib, habis asar gue lamar, malamnya kita nikah, abis nikah kuda kudaan" ucap alvian.
Mamanya yang melihat aksi tidak wajar alvian langsung melempar sepatu yang ia lepas dari kaki alvian dan melemparkannya ke punggung alvian. Mamanya jadi pusing dan keluar kamar sambil mijit mijit kening mikirin anaknya yang udah sinting belakangan ini.
Karena ada benda keras menimpuk punggungnya, alvian segera bangun. Dilihatnya ada sepatu nangkring di atas kasur.
"Ini sepatu bisa terbang apa? kan tadi di kaki, kok malah ngelonin gue disini", ucap alvian sambil melempar sepatu itu sembarangan.
Alvian berjalan ke kamar mandi, melakukan ritual mandinya dengan penuh semangat. Setelah selesai dengan ritual mandinya ia segera berpakaian menggunakan setelan jeans dengan t shirt warna putih menambah tingkat kegantengan si bos sinting.
Alvian keluar dari kamarnya berjalan menuju kamar mamanya. Alvian berpamitan ke mamanya mau keluar ada urusan. Mamanya menjawab cuek sambil memijit kepalanya yang lagi pusing tujuh keliling.
Alvian mengendarai mobilnya, Ia bersiul siul sambil ketawa ketiwi. Di pakaiannya kacamata yang fashionable dengan gaya slow motion khas alvian. Tak lupa ia berhenti di toko bunga. Dibelinya buket bunga besar warna putih, penuh bunga bunga sangat meriah namun elegan dan kalem fikirnya. Karena warnanya yang putih. Bunga bunga meriah sesuai suasana hatinya, dan putih melambangkan cintanya yang tulus putih untuk sang gadis idaman.
Alvian kembali melajukan mobilnya, kali ini dia berhenti dan membeli sekotak coklat serta berbagai macam aneka permen, mulai dari mashmello, permen jelly sampai lolipop, lengkap di bingkai serba warna pink. Permen pink menggambarkan sosok rosna yang cantik polos dan anggun meski banyak galaknya, itu yang ada di dalam fikiran alvian.
Sesampainya di depan kosan rosna, alvian turun membawa serta buket bunga warna putih yang tadi ia beli, serta parcel berbagai coklat dan permen warna serba pink. Dengan penuh percaya diri ia berjalan dengan gaya khasnya apalagi kalau bukan slow motion.
Diketuknya pintu kosan sang pukaan hati, sambil memanggil nama rosna dengan penuh kelembutan. Namun tak juga pintu dibuka. Diketuknya makin keras. Rosna yang mendengar suara berisik bangun dari ranjangnya. Ia berjalan ke jendela kamarnya, tampak alvian sedang berdiri di depan pintu sambil mengetuk ngetuk. Rosna berjalan ke depan ia membuka sedikit gorden di jendela depan, nampak alvian masih berdiri di depan pintu. Kini suara alvian makin keras.
"ya bentar", jawab rosna dengan keras.
Rosna berjalan ke belakang yaitu kedapur. Lalu ia berjalan ke depan, alvian masih menggedor gedor pintu kosannya. Rosna segera membuka dengan sangat sebal.
Byuurrrrrrrrrrrr byurrrrrrr suara air dari ember yang di guyurkan ke tubuh alvian. Alvian di buat basah kuyup, tampak otot perut alvian kotak kotak mirip roti sobek yang bikin para manusia kepo merem melek kayak abis kesedak biji durian. Bengek ngak tuh manusia kepo.
" pergi mas, pergi! ", usir rosna dengan wajah amat sangat ngeri ngerong cin kalau kata mbak balola.
Alvian tetap berdiri mematung syok dengan apa yang dilakukan rosna barusan.
" aku udah mandi loh beib, kok kamu ngajakin basah basahan lagi sih ", ucap alvian.
Rosna melempar embernya ke teras dengan penuh esmosi. Esmosi akut lah kali ini.
Alvian yang mulai sadar, pas datang tadi kosan sepi, semua pintu tertutup. Kini karna lemparan ember rosna yang maha spektakuler, pintu kosan itu terbuka semua. Tampak bulat bulat berjajar di tepi pintu. Yah apa lagi kalau bukan kepala manusia kepo yang lagi kepo sama alvian dan rosna.
Alvian masuk ke dalam kosan rosna dengan cepat. Ia menarik rosna dan duduk di sofa. Alvian memberikan Buket dan bungkusan coklat tadi yang udah gak berbentuk karna guyuran dasyat membahana primadona gang cicot itu.
"kesamber apa sih kamu. aku kesini baik baik mau mengungkapkan cinta loh beib, bukan mau maling kutang", ucap alvian
" Pergi kamu mas, dasar buaya jelmaan kadal!, udah ada istri juga masih gangguin gadis imut belia", ucap rosna sambil nangis udah kayak lagi ngiris bawang deh.
Alvian memegang tangan rosna menjelaskan kalau dia tulus. Namun rosna masih engga percaya. Dan tanpa disadari kepala manusia kepo sudah berjajar memenuhi pintu dan jendela.
Alvian segera bangkit dari duduknya, ia mengeluarkan dompet di sakunya, mengambil sebuah kartu lalu membacanya dengan keras.
"nama, alvian lie. usia 28 tahun. status perjaka, ingat ya perjaka gak ada istri, gak ada selir dan lain lainya termasuk cabe cabe an. dan bukan sebagai terong terongan. asli ular sanca original.Pekerjaan, wiraswasta. Kalian denger kagak para kepopers", bentak alvian dengan suara khas yang super menyeramkan.
" Bubar kagak kalian", bentak alvian
Para manusia kepo langsung pada bengek. Ada yang rambutnya model anak kuda dicat pula warna ungu mirip warna terong, sedang lari dengan kekuatan laut dan api, malah terpleset air bekas mandi ember alvian tadi. Nyungsep deh tuh rambut terong terongan ke pot bunga yang abis di eek i kucing bu kos. Ada pula yang lari ketakutan pakai acara merem, nyangkut deh itu kepala ke jemuran di halaman, udah gitu kepalanya pakai kesangkut kutang tetangga yang full jamur jamur berkilauan mesra. Ada pula yang saking takutnya itu manusia kepo malah pakai acara lari sambil lompat tinggi. Pasti itu orang pernah ikut lompat batu di pulau Nias namun gagal. Terbukti dari celananya yang robek saat lompat tadi.
Rosna dan alvian melihat mereka semua tingkah dan kelucuan para manusia kepo. Mereka berdua tertawa terbahak bahak.
Alvian mulai mendekati rosna. dengan keadaan basah serta berantakan. Ia mengatakan "Rosna, maukah kamu menerimaku yang baru mengenalmu seminggu ini untuk dekat dan menjadi kekasihmu, aku tulus sama kamu".
" ehmmmm mas......."kata rosna terputus.
gimana ya kelanjutannya.
di Terima gak ya si bos sinting.
pasti pada kepo, jawabannya nantikan di episode selanjutnya.
jangan lupa like dan tambahkan ke favorit ya??