Ada perhatian

2100 Words
"Silahkan duduk tuan"Ucap dokter pada Alvian. " iya dokter, tolong jelaskan apa yang terjadi sama rosna dok?, tanya alvian dengan antusias. "Pasien pingsan karena mengalami kelelahan tuan", ucap dokter. Belum sampai dokter menjelaskan secara menyeluruh, alvian sudah melempar begitu banyak pertanyaan. Dokter pun berdehem agar alvian lebih tenang. Kini si bos ganteng mulai diam dengan wajah tidak mencerminkan ekspresi dengan jelas.Hentah itu sedih,senang ,khawatir ,kecewa ,berharap,sulit untuk di gambarkan.Alvian mendengarkan penjelasan dokter tentang keadaan rosna. Dengan sangat cermat ia mencerna setiap kata yang di keluarkan dokter. "Apa dok??!!!!,, sentak alvian dengan sangat terkejut. Ia bangkit dari kursi dan mulai menampar pipinya sendiri. Ia mulai mondar mandir sambil menggaruk garuk kepala dengan kedua tangannya.Ia tidak menyangka bahwa apa yang ada dalam fikiran nya sama sekali tidak sesuai dengan apa yang dikatakan dokter. Alvian mengira bahwa rosna sedang hamil dan mengalami keguguran. Ternyata semua dugaannya salah. Rosna hanya sedang mengalami nyeri haid dan kelelahan ditambah stress serta kurangnya energi menjadikan ia pingsan. Ya elah mas bos ganteng, makanya jangan suka berfikir negatif. Jadi salah tingkah kan tuh.Ayo cepat minta maaf sama rosna sebelum dosa di catat sama malaikat.Eh jangan lupa segera cari terong terongan buat jumpa pers, soalnya dari tadi udah dosa banget nuduh terong terongan menghamili plus menelantarkan rosna. HiHiHi othor jadi ketawa sendiri nih ya. Bayangin muka itu bos ganteng yang udah acak adul pake acara dramatis lah ternyata semua salah. Alvian keluar dari ruangan dokter. Ia berjalan menuju kamar di mana rosna dirawat. Sepanjang perjalanan ia senyum senyum ketawa ketiwi udah gak serem kayak tadi.Sambil bersiul dan merapikan rambutnya, kebiasaan nya menyisir jari kebelakang. Membuat perhatian para wanita di rumah sakit melihat dengan penuh tanda tanya. Yah pasti mereka semua pada mikir kalau alvian ganteng, tapi penampilannya acak adul. Kemejanya yang biasanya dimasukkan rapi di celana sekarang keluar sebelah. Dasi yang harusnya rapi terikat di krah kemejanya, kini udah gak jelas lagi gayanya itu dasi.Kesimpulannya, ganteng sih tapi penampilannya gak terpuji. Ceklek, suara gagang pintu dibuka dari luar. Rosna yang masih tidur berbaring di atas ranjang pasien mulai membuka matanya perlahan. Cahaya mulai masuk ke matanya, ia membuka mata sedikit demi sedikit. Dan saat matanya terbuka lebar, terpampang jelas sosok Alvian di tengah pintu dan mulai tertawa. Suaranya yang sangat menyeramkan membuat rosna ngeri mendengarnya. Ia menutup wajahnya dengan selimut. Alvian berjalan mendekati rosna. Ia duduk di tepi ranjang. Selimut yang menutupi wajah rosna kini sudah dibuka. Tampak wajah rosna yang ketakutan. Alvian malah tertawa lebih keras. Rosna menutup telinganya. "Mas ampun mas jangan mendekat mas, aku janji bakal balikin tas tas itu mas aku mohon mas?, rosna bersuara namun tetap memejamkan matanya. " Rosna bangun", sentak alvian. Rosna membuka matanya setelah tangan alvian menyentuh dagunya. Ia mulai sadar sudah tidak berada di kamar kosnya. Buru buru ia segera bangun dan mulai merasakan nyeri jarum infus di tangannya. " Mas kok aku ada di rumah sakit? " "jangan jangan kamu sudah menculikku ya?, kata rosna sambil kedua tangannya memegang bahu alvian. Ia mulai menangis, sekarang ia mulai meraba pinggangnya. " Mas tolong jangan ambil ginjalku mas, aku tau kamu sudah memberikan banyak barang mahal. Aku akan mengembalikan lagi mas. Aku mohon jangan sakiti aku. Aku belum nikah dan pasti bapak ibuku sangat sedih kalau harus kehilanganku", ucap rosna dengan wajah memelas dan air matanya terus menetes Mendengar ucapan rosna yang tidak masuk akal. Alvian mulai geram. Alvian memegang kepala rosna dengan kedua tangannya. Ia melumat bibir manis gadis itu . Rosna yang sadar langsung mendorong tubuh alvian. Namun tenaganya yang sangat lemah, ia tidak berhasil menjauhkan diri dari alvian.Si bos ganteng itu memainkan lidahnya di dalam mulut rosna. Rosna menggigit lidah alvian dengan keras. "Ahhhh" Teriak alvian. Ia segera menyudah i aktivitas yang tak terduga bisa ia lakukan dengan rosna yang baru kenal seminggu.Bukan minta maaf alvian malah tertawa. "Dasar sinting" umpat rosna sambil nangis Alvian memeluk gadis itu dengan lembut, Rosna merasakan hangat pelukan pria itu. ia menangis di d**a pria yang sudah ia katai sinting barusan. Alvian mengelus rambut rosna dan menenangkan gadis itu. Ia menjelaskan bahwa tidak sedang menculiknya, juga tidak sedang ingin mencuri ginjalnya. Alvian menjelaskan bahwa ia segera pergi ke kosan gadis itu setelah chatnya tidak di balas. menjelaskan betapa khawatir nya dia saat teleponnya terputus setelah mendengar desahan yang sulit di jelaskan. Rosna makin sesenggukan di d**a alvian. kini tangan gadis itu membalas pelukan alvian. Alvian juga menceritakan bahwa ia menemukanya dalam kondisi setengah sadar di kamar. Bahkan ia sangat panik setelah rosna pingsan dan mengeluarkan darah di pantatnya. "Maafkan aku, sudah salah mengira kamu sedang hamil dan keguguran", ucap alvian dengan tulus dan lembut. Segera Rosna melepaskan pelukan dari tubuh alvian. dan berkata " Aku masih ting ting mas" . Air matanya mengalir di kedua pipinya. Kini pipi putih lembut itu telah di basahi oleh kedua mata indah. Mata yang membuat alvian sulit tidur dan sulit fokus saat di kantor. Mata apa buah kuldi apa adonan donat, jangan bohong ya alvian. Jadi perlu di garis bawahi ya reader's kalau Mata yang bikin susah fokus. Kemarin amnesia kali ya kalau dia tidak bisa tidur membayangkan adonan donat yang membuat ular sanca bangun ingin masuk ke rawa rawa.ihh dasar pencitraan sekarang hehehehe. Balik lagi ke cerita, Alvian mengambil tisue di atas nakas. Ia menghapus air mata di wajah Rosna.Dia cantik, imut dan polos batin alvian.Namun beda lagi dengan Rosna, ia malah cemberut. Muka muka lagi ngambek , ia melihat alvian dengan tatapan kesal. "Kenapa muka loe kayak gitu, jelek tau", goda alvian. " Kamu tega mas, ngatain aku hamil dan keguguran. Padahal aku sakit beneran", keluh rosna Alvian meminta maaf , lalu memeluk rosna. Ia merasakan hangat pelukan dari tubuh gadis yang membuatnya sulit tidur. Kruucuukkkk kruucukkkkk, suara cacing bernyanyi di perut rosna. Mendengar suara dari perut rosna membuat Alvian tertawa. "Kamu laper? ", ucap alvian Rosna tertunduk malu, sambil menganggukkan kepalanya.Alvian tersenyum lantas mencubit pipi imut Rosna. Alvian keluar dari ruangan dimana rosna di rawat. Ia berjalan menuju kantin yang berada di rumah sakit. Ia membeli bubur ayam minuman serta beberapa cemilan. Dengan bahagia ia berjalan menuju kamar rawat rosna. Dibukanya pintu kamar, nampak gadis idaman sedang di periksa oleh dokter dan suster. infus yang terpasang di tangan kirinya sudah di lepas. Alvian berjalan mendekati rosna. Ia melekkan belanjaannya di meja. "Pasien sudah sangat baik, dan boleh pulang dan tidak memerlukan rawat inap! namun perlu di ingat!!Jangan sampai telat makan, istirahat yang cukup terutama tidur", ucap dokte. " Alhamdulillah, syukurlah bisa pulang, trimakasih dokter", ucap rosna. " ini resep untuk anda, vitaminnya di minum sampai habis. Dan untuk anti nyerinya di minum saat anda nyeri haid saja ", imbuh dokter sambil memberikan kertas resep. " Pasien sudah boleh pulang setelah menyelesaikan adminisi ya tuan," kata suster. " iya suster, makasih", jawab alvian Dokter dan suster keluar dari ruangan itu. Sekarang hanya ada mereka berdua. Alvian segera mengambil bubur ayam yang tadi ia beli . Alvian menyendok bubur dan menyodorkan ke bibir rosna. Rosna segera mengambil sendok dan mengambil alih bubur ayam di pangkuan alvian. Ia makan dengan sangat lahab. Alvian hanya menetap rosna dengan senyum manis mengembang di bibirnya. Dengan cepat rosna menghabiskan makanannya. Alvian menyodorkan bungkusan cemilan yang ia beli tadi. Namun Rosna menolak, sebab ia terlalu kenyang. Kini mereka bersiap untuk pulang. Rosna menatap alvian yang sedari tadi sangat berbeda dari Alvian yang biasanya. Alvian lebih perhatian, Rosna mulai memperhatikan bos ganteng yang menata sendal kesayangan rosna. Ya mana lagi kalau bukan sendal cap melly warna hijau. Alvian memakaikan sendal itu di kedua kaki rosna. Seperti pangeran memakaikan sepatu untuk cinderela.Namun ini versi alvian dan rosna, bukan sepatu yang di pakaikan. yaitu ssandalcap melly hijau kesayangan. Bayangin aja reader's gimana so sweet nya alvian dan rosna. Bukan di istana mewah kerajaan, namun ruang rawat rumah sakit jadi saksi ke so sweet an mereka berdua. Setelah menyelesaikan administrasi mereka berdua pulang. Sepanjang perjalanan mereka tidak banyak bicara, hanya saling melempar pandangan malu malu. Rosna sangat malu saat mengingat bibirnya yang belum pernah berciuman dengan lawan jenis, tadi sudah dicium oleh alvian. Begitu pun alvian, setelah lama ia tidak pernah dekat dengan wanita manapun, sekali lagi merasakan ciuman dengan rosna. Dia sangat senang rosna tidak terlalu marah dengannya. Di dalam fikirannya ada lampu hijau nih buat dekat dengan rosna. Alvian senyum senyum sambil sesekali mencuri pandang melirik rosna. "Mas nanti tolong ke minimarket bentar ya", ucap rosna menghentikan aksi curi pandang. " ok siap ", jawab alvian sambil senyum. " Gak jadi deh mas, langsung ke kosan aja", ucap rosna. "kenapa gak jadi, kan sekalian biar kamu gak capek. Kalau aku pulang kamu mau jalan gitu ke minimarket. Hemat energinya, ingat kata dokter! ", cerocos alvian. " Dompet aku ketinggalan mas ", ucap rosna. Alvian menghentikan mobilnya di depan minimarket, ia masuk dan meninggalkan rosna di mobil. Rosna yang di tinggalkan sendirian makin heran dengan alvian yang tiba2 berhenti segera keluar dan masuk ke minimarket. Setelah 5 menit alvian datang membawa bungkusan tas plastik dengan sangat banyak. Ia meletakkan belanjaan di kursi belakang. " Boros sekali kamu mas, belanja segitu banyak", ucap rosna. "gak apa apa, itu buat kamu semua rosna", ucap alvian. Apa mas?, tapi aku kan cuma mau beli satu barang aja, aku gak mau merepotkan kamu lagi mas ", ucap rosna. " Barang apa sih kok cuma satu aja, napa gak sekalian tadi bilang", kata alvian "Aku mau beli pembalut mas, stok aku habis! ", rosna segera menutup bibirnya dan menunduk malu. " ok tunggu sebentar!, kata alvian. Ia masuk lagi ke dalam minimarket. Dilihatnya deretan pembalut wanita. Ia bingung beli yang mana. Akhirnya ia membeli semua jenis pembalut dengan berbagai merk. Udah kayak mau buka toko dadakan aja itu bos ganteng. . Alvian menuju kasir dengan percaya dirinya. semua orang menatap heran. Itu belanjan banyak banget,satu troli isinya pembalut semua. Udah gitu cowok ganteng lagi yang belanja. "jadi total semua sekian rupiah tuan, mau pakai cash atau kartu kredit?, kata mbak kasir yang sedari tadi senyum senyum genit dengan lipstik merah menyala udah mirip kuda lumping abis makan beling. Alvian menyerahkan kartu pada mbak kasir. Selesai membayar semua pembalut , ia keluar dengan 3 bungkus tas plastik besar. Alvian kembali ke mobilnya. "Banyak banget mas, mas beli apa aja", kata rosna " Pembalutlah buat kamu", kata alvian senyum. "ya ampun mas kan satu aja, kenapa banyak banget kayak mau bikin toko dadakan aja kamu mas . gimana aku balikin duit kamu", aku gajian masih kurang 5 hari lo mas", ucap rosna. " Aku beliin ya rosna, bukan minjemin. Lagian aku juga gak perlu pembalut. Dan ingat, ini iklas gak ada acara mau mencuri ginjal kamu ", tegas alvian. " Beneran ya mas, makasih mas, Mimpi apa aku mas, ketemu teman sebaik kamu", kata rosna sambil senyum. senyumnya bikin alvian gak fokus sama sekali dengan suara rosna, yang ada di fikirannya hanya bibir rosna dan wajahnya bikin jantung dia dah dig dug. Aku maunya bukan teman rosna, tapi kekasihmu, batin alvian. Alvian benar benar menyukai rosna sejak pandangan pertama. Di tambah lagi, rosna gadis sederhana, mandiri, cantik dan apa adanya. Membuat alvian sangat mengagumi rosna. Gadis seperti inilah yang selama ini ia cari cari. Bukan gadis yang cantik doang tapi cuma sayang pas ada uang doang. Dan gadis yang cuma maunya di ajak senang senang doang. Mereka berdua sampai juga di depan kosan. Alvian segera keluar dan membukakan pintu mobil untuk rosna. Rosna keluar dan masuk ke dalam kosannya. Alvian mengeluarkan seluruh belanjaan yang memenuhi kursi belakang mobilmnya. Ia masukkan semuanya ke kosan rosna. Membuat gadis itu makin heran. "mas kok di bawa kesini belanjaan kamu, aku kan cuma perlu pembalut", kata rosna " aku emang belanja buat kamu, biar kamu gak perlu keluar pas kamu lagi sakit", kata alvian. "makasih ya mas, aku ngrepotin kamu lagi mas", ucap rosna. " gak papa aku serius iklas kok, itung itung amal lah sama gadis malang yang tinggal sebatang kara", ucap alvian sambil ketawa kecil. "ih, aku punya keluarga mas di kampung", ucap rosna. Rosna mengambil satu bungkus pembalut dan menuju kamar mandi. Ia mndi dan mengganti bajunya dengan pakaian setelan celana selutut plus kaos warna kuning. Penampilannya sederhana namun sangat cantik dengan rambut panjangnya yang setengah basah. Rosna keluar dari kamarnya dan menuju dapur. Ia dengan cekatan membuat teh untuk alvian. Ia berjalan sambil membawa nampan berisikan cangkir teh. Alvian terpana melihat pemandangan rosna berjalan dari dapur. ia tak henti hentinya menatap tanpa berkedip, udah mirip cicak kesamber listrik aja tuh ekspresi smbos ganteng. "istri idaman", gumamnya. bagaimana kelanjutannya, apakah mereka saling jatuh cinta dan menyatakan cintanya,apakah rosna sudah siap menjadi kekasih seorang alvian atau ia sudah memiliki pria idaman lain. . simak episode berikutnya ya. salam manis dari othor ?????
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD