Rosna bertahanlah

1710 Words
"Rooossssssnaaaaaaa.......... ", teriak alvian sekencang kencangnya. Bruuugggggg, ...... "Aduhhhh, dasar pintu!! Siapa sih naruh pintu disisini", ucap alvian Alvian mulai masuk kosan itu dengan muka kesal. Sambil ngelus ngelus jidat ama hidung yang mulai memerah karena kejedot pintu kosan sang primadona,tanpa mengetuk pintu.Matanya mulai traveling ke seluruh penjuru ruangan. Bukannya mendapatkan yang dicari , malah telinganya mendengar suara tak asing namun ngeri ngeri sedap di telinga. "aduhhhh...... aduhhh....... ahhhh..... ehhhmmmm..... aduhh aaaaaa.... ", terdengar suara wanita mengaduh dari dalam kamar. Alvian mulai mendekati ruangan yang pintunya sedikit terbuka namun hanya terlihat kaki yang sedang rebahan. Pikirannya kacau, ia menjabat jambak rambutnya kesal.Pasti nih otak sinting si bos mulai traveling gak karuan ya reader's. Pasti yang di fikirkan pasti menjurus ke hal hal yang berbau bau tindakan melanggar norma. Bruaaaaakkkkkk... pintu kamar itu di tendang alvian dengan seluruh tenaganya. Sampai engselnya lepas. Betapa terkejutnya mata alvian menyaksikan sang primadona gang cicot mengerang kesakitan sambil memeluk guling. Wajah rosna memucat, matanya sayu. Ditambah pakaian daster rumahan motif hello kitty yang udah gak jelas gambarnya.Sebab itu pakaian kebesaran sang primadona saat tidur. Jadi tiap hari cuci kering pakai.Meski udah gak jelas lagi tema penampilan rosna, namun tak mengurangi sedikitpun kecantikannya. Disuguhkan pemandangan yang cukup mengharukan dan jauh dari dugaan alvian sebelumnya. Membuat bos ganteng yang tadinya sudah pasang kuda kuda mau ngamuk mencak mencak ,kalau perlu hancurkan seluruh gang cicot , mendadak berubah ekspresi. Ia begitu iba dan terenyuh hatinya melihat sang primadona yang telah mengganggu dan berkeliaran di mata serta otaknya, terbaring kesakitan. "Tuh makanya, jangan suka emosian plus negative thinking, jadi salah tingkah deh bos ganteng yang rada sinting", bisik jin baik yang lagi nangkring di atas galon. "Udah kebanyakan gaya, dimirip miripin pula tadi gayanya ama detective Conan",gumam alvian. Jadi melempem deh gaya detective yang udah di seting sebelumnya. "Rosna, bertahanlah", ucap alvian sambil mendekat dan meletakkan telapak tangan kanannya di kening rosna. Namun tidak ada tanda tanda demam, suhunya normal. Alvian memindahkan tangannya ke perut rosna. Alvian kembali keinget tadi di kantor ghibah sama Sinta masalah pergaulan bebas anak kliennya yang tiba tiba brojol gak tau kapan bunting. " Biasa aja, gak ada bayi yang mau keluar, juga datar. Loe gak mau beranak kan? ", tanya alvian. " Enak aja gua ting ting dikatain beranak",jawab rosna dengan muka sebal plus menahan sakit. "Trus loe sakit apaan , demam enggak tapi tingkah loe kayak mau lairan", ucap alvian. Rosna gak menjawab pertanyaan konyol alvian. Ia semakin mengelus perutnya. Saking bingungnya alvian ikut ngelus ngelus perut dan meniup niup pucuk kepala rosna. Udah mirip suami temenin istei mau lairan aja. " loe sakit apaan sih bingung gua", kata alvian. Alvian semakin panik. Ia mengambil botol mineral di meja dan memberikan pada rosna. Tak ketinggalan ia balurkan minyak kayu putih cap burung pemangsa anak ayam ke kaki kaki rosna. Namun rosna tetap kesakitan. Alvian dengan segera mengajak rosna pergi ke dokter. Ia dengan lembut membangunkan tubuh rosna yang sudah memucat. Perlahan di dudukan rosna di tepi ranjang, alvian mengalungkan tangan rosna ke leher nya dan menuntun keluar menuju mobil yang terparkir di depan kosan. Mereka berjalan keluar dari kamar. Pas hendak keluar pintu utama tiba tiba tubuh rosna melemas, ia pun pingsan. Alvian sangat kaget dan langsung mengangkat tubuh gadis itu. Betapa terkejutnya Alvian melihat noda darah di bagian belakang daster rosna. "Rosna bertahanlah" " Rosna, ayo bangun" "Rosna buka mata!! ", teriak alvian dengan sangat panik serta ada rasa kecewa di hatinya. Alvian lari membuka pintu bagian belakang mobilnya. Ia dengan siaga menggendong tubuh gadis tak berdaya itu dan menidurkannya. Alvian menutup pintu mobilnya dan mengambil kemudi, mesin di nyalakan dan cuzzzzz mereka menuju rumah sakit terdekat. Di sepanjang perjalanan alvian berbicara seorang diri. Seolah sosok gadis yang tergeletak di belakang itu dapat mendengar. Dasar alvian, orang rosna lagi beneran pingsan malah di ajak ngobrol. Ya diem diem bae lah, kagak ada jawaban. Emang dasar si bos sinting. "loe kenapa bisa kayak gini sih, sumpah gua kirain loe bener bener cewek polos" "Trus siapa terong terongan yang udah bikin loe kayak gini?" "Jadi cewek loe bener bener bego banget! udah dibikin sakit, di tinggalin lagi" " Katakan rosna!! Siapa dan di mana terong terongan itu,?!!! "tanya alvian dengan kekesalannya. Alvian trus memukul setir nya, mengacak acak rambutnya , bahkan menjambak jambak penuh amarah dan kekesalan. Rambut yang biasanya rapi, kebiasaannya menyisir jari ke belakang dengan gaya slow motion khasnya dia, kini udah berubah gaya rock and roll. Mukanya alvian semakin lesu , penampilannya acak acakan. Dasi yang biasanya terikat rapi di lehernya kini udah acak adul setelah beberapa kali ia tarik dengan penuh emosi. Pokonya bos ganteng kini benar benar mirip sapi lagi kesurupan. Ya mirip banget sama sapi bapaknya rosna yang ada di kampung pas lagi kesurupan. Sekitar dua puluh menit menempuh perjalanan, mereka sampai di rumah sakit. Dengan segera alvian mengendong tubuh rosna dengan langkah tergesa gesa ia berjalan cepat menuju instalasi gawat darurat. Rosna semakin pucat dan tak sadarkan diri, tubuhnya dingin, membuat alvian semakin panik. Disaat dirinya sudah mulai ingin mendekati rosna. Malah keadaan rosna seperti ini. Alvian khawatir campur kecewa. " suster ayo cepat tangani pasien ini suster, selamatkan dia Sus, saya mohon", ucap alvian sambil memelas memohon kepada para suster yang telah melakukan tindakan pertolongan pertama. Dokter pun datang untuk memeriksa kondisi rosna. "Apa yang di alami pasien hingga tidak sadarkan diri? ", tanya dokter. " teman saya keguguran dokter!! Cepat selamatkan dia dokter! tolong dokter! ", ucap alvian sambil memohon . Alvian trus memohon dan sangat panik ia trus memohon pada dokter yang sedang memeriksa rosna.Suster yang akan memasangkan infus pun jadi kalang kabut akan tingkah bos ganteng itu. Kini bos ganteng dengan tampilan acak adul itu mulai membuat suasana di ruangan semakin tidak tenang. Dengan terpaksa dan tegas suster membawa alvian keluar dari ruangan. "suster tolong jangan usir saya suster".ucap alvian " tidak tuan, sebaiknya anda menunggu di luar. pasien butuh suasana tenang tuan", ucap suster. "saya akan diam berdiri di pojokan suster, saya janji akan tenang! asal saya bisa menemani teman saya" , alvian trus memohon pada suster. ya elah ini bos ganteng, memohonnya sampai mau berdiri di pojokan sambil diem, dia pikir rumah sakit udah kayak sekolahan aja kali ya. Masak pake acara diem berdiri di pojokan setelah bikin gaduh. Dia pikir acara sekolah pas lagi pelajaran matematika di terangin pak guru malah asip gosip gosip manja.Pake acara hukuman diem berdiri di pojokan. Bayangin aja udah pada megap megap tuh dokter ama suster kalau semua pasien yang nganter bos acak adul macam alvian. Sintingnya kebangetan Hi Hi Hi Hi Alvian berjalan menuju toilet, ia mencuci tangannya yang terkena darah rosna. Alvian ingin menangis dan teriak sampai rumah sakitnya runtuh gak tersisa. Pokonya bos ganteng udah kecewa level puncak. Di nyalakan air kran wastafel. ia mengusap wajahnya dengan air. Diusapnya kasar dan penuh kekecewaan. Dengan jalan gontai ia berjalan keluar toilet Alvian duduk di kursi tunggu si sebelah ruangan dimana rosna di tangani oleh para petugas rumah sakit. Ia yang sedari tadi udah tegang panik kecewa sedih dan terheran heran, pokoknya semua fikiran yang gak enak enak lah yang dia rasakan. "Rosna , andai gua kenal elo dari dulu, pasti elo gak punya nasib buruk kayak gini", gumam dia. Kini si bos ganteng yang acak adul udah mulai lemes aja. Ia duduk termenung. Harapan dan semangat yang membara telah hilang. Rosna gadis yang sangat ia impikan menjadi kekasihnya mengalami hal yang sangat membuat hatinya sakit serta kecewa. Alvian kini hanya berandai andai. Andai ia bertemu rosna jauh sebelum sekarang. Ia akan menjadi kekasih terbaik rosna. Alvian sangat menyayanhkan kejadian barusan. Rasanya ia tak sanggup melihat rosna. Alvian berdiri dan beranjak keluar rumah sakit, ia akan pulang atau pergi ke bar untuk minum sekedar menghilangkan beban di d**a. Namun langkahnya terhenti. Hati nuraninya berkata jangan tinggalkan rosna sendirian. Albian berbalik lagi masuk ke rumah sakit, ia kembali duduk di tempat duduk yang sempat ia tinggalkan. Alvian duduk sambil tertunduk lemas, ia tidak tau harus ngapain dan bagaimana. Alvian hanya mampu duduk melihat pintu ruangan dengan tulisan huruf UGD itu. Ia trus menatap pintu berharap dokter segera keluar dan mengabarkan bahwa rosna baik baik saja dan sudah sadar. Hatinya masih sangat menginginkan rosna. Dan masih ada harapan yang tersirat dalam pikirannya ingin tetap memiliki rosna. Alvian sudah terlanjur menyukai gadis itu, gadis yang membuatnya bersemangat kembali menjalani hari harinya. Dengan bertemunya dia dengan rosna. Hari hari hampanya dilalui dengan penuh warna dan terasa sangat istimewa bagi alvian. Meski hanya momen momen kesederhanaan, namun rosna membuat alvian nyaman di dekatnya. " Ya Allah, aku mohon padamu, pulihkan serta sehat kan rosna yang sedang sakit ya Allah!"ucap alvian tulus dari hatinya. "Mungkin aku memang tidak pernah meminta padamu, sebab aku tak pernah berdo'a sholat pun bolong semua. Maafkanlah aku yang jauh darimu Tuhan. Kabulkanlah....... ", kata alvian sambil berlutut mengangkat kedua tangannya. Namun belum sampai ia selesai mengucapkan kata kata untuk sang Pencipta, pintu ruangan itu terbuka. " Tuan, apa yang sedang anda lakukan "tanya dokter. Alvian kaget bukan kepalang .Dilihatnya dokter botak dengan kacamata tebal plus gigi yang di beri kawat juga lumayan tebal, agar giginya itu tidak berlarian mungkin maksudnya. Atau mungkin agar kalau ada kata kata yang jelek bisa di tarik ama pagar pagar aluminium yang berjajar mengunci rapat gigi giginya itu. Jadi kalau bicara yang keluar hanya yang baik baik, sedang yang buruk pada nyangkut di pagar gak sulit keluar. Melihat yang di tunggu tunggu keluar, alvian dengan segera berdiri tegap mirip pak satpam lagi jaga pintu bank. "Dokter, bagaimana rosna?, apa dia selamat?" tanya alvian. "dan bagaimana bayinya dokter", tanya alvian lagi. "Apa dia akan mengalami gangguan kesehatan? Dan apakah dia sudah sadar bisa di wawancarai? ",alvian trus mencerca dengan banyak pertanyaan. " Ehem ehem", dokter berdehem untuk menghentikan pertanyaan alvian yang mirip busur panah di medan pertempuran. Alvian pun sadar dan mulai tenang. "Tuan tidak usah khawatir, pasien baik baik saja".Kata dokter. " Tidak mungkin dokter, dia berdarah, wajahnya pucat bahkan tidak sadarkan diri ", sanggah alvian. " Mari tuan, ke ruangan saya. Saya akan menjelaskan keadaan pasien lebih detailnya", ucap dokter. Dengan semangat alvian berjalan mengikuti dokter ke ruangannya". Bagaimana kelanjutannya? Pasti pada penisirin, ya kan Nantikan di episode selanjutnya?? Salam, sampai jumpa ??? jangan lupa tambahkan ke favorit ya.. dan klik tombol ❤?... si setiap episode. trimaksih?????
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD