Mentari pagi menebarkan pancaran sinarnya. Menembus celah celah jendela kaca, menyilaukan mata makhluk yang sedang terlelap di bawah hangatnya selimut. Alvian mengerlingkan pandangannya. Menutup wajahnya dengan selimut dan kembali pada aktivitasnya.
"gila, ngapain gua tidur lagi?, ucap alvian sambil bangun dari ranjangnya, ia berjalan menuju kamar mandi. Mengambil air di kran wastafel dan mencuci mukanya.Diraihnya sikat gigi dan ia mulai dengan aktivitas membersihkan diri dari sisa sisa tidurnya.
Alvian menuruni tangga dan mencari keberadaan sang mama. Ia memasuki kamar mamanya namun tak ada tanda tanda mamanya di kamar itu. Alvian ke dapur, nampak mbak Sri sedang menyiapkan makanan untuk sarapan pagi.
" mama kemana mbak Sri? "tanya alvian.
" oh mas vian ngagetin aja, tumben dah bangun. oh ya nyonya sedang yoga di taman belakang ", jawab mbk sri.
Alvian menuju taman di belakang rumah, nampak sosok sang mama sedang bersila si atas matras.
" ma, mama, vian mau kasih tau mama hal penting ma", bisik alvian di telinga mamanya.
"udah ngomong aja gak usah pake bisik bisik mama juga dengar", ucap mama alvian masih di posisi yang sama dan memejamkan matanya.
" ini penting banget ma, menyangkut masa depan vian ma"ucap alvian
"maksud kamu ? perusahaan sedang baik baik saja mama liat, perkembangan juga cukup bagus", kata mama alvian.
" bukan ma, nanti sore vian mau kenalin mama sama seseorang ", ucap alvian.
" Siapa, suruh ke rumah aja, sekalian makan malam bareng kita,. Nanti biar mbak Sri sama mama masak menunya", ucap mama alvian.
"ihhhh mama nih ini orang spesial ma! dia kekasih aku ma, kita baru jadian kemarin", ucap alvian sambil senyum senyum bahagia.
" Kamu beneran, udah punya pacar sekarang!, laki laki apa perempuan? "tanya mamanya.
" ya cewek lah ma, masak vian mau ngadu ular sanca sama ular derik ", jawab alvian sembarangan.
" wah berita bagus nih, seperti apa dia?kamu tau dan masih ingat kan calon mantu mama harus kayak gimana?", ucap mama alvian tegas.
"mama pasti bakalan suka deh ma, alvian janji sama mama gak bakal ngecewain mama deh", ucap alvian.
" yah liat nanti aja dulu lah", jawab mamanya dengan malas.
Alvian segera masuk ke kamarnya, ia mengganti pakaiannya dengan pakaian olahraga. Kini bos ganteng udah masuk ke dalam ruangan fitness si samping taman rumahnya.
Mama alvian menghentikan aktivitasnya dan duduk di tepi kolam sambil merenung, Beliau mengkhawatirkan calon membantunya nanti. Semoga kamu dapat wanita yang baik vian, yang bisa Terima kamu dan papa sama mama sebagai orang tua. Mama gak ingin kamu salah memilih wanita. Mama gak mau punya mantu yang tidak tulus mencintai kamu, Mama alvian berbicara dalam hatinya.
"Ya Allah, semoga alvian mendapatkan pasangan seperti wanita yang sudah aku calonkan. Kalau nanti wanita pilihan alvian tidak sesuai dengan kriteria, pasti cepat atau lambat aku bakal kenalin dengan calon menantu pilihan ku", ucap mama alvian.
" mbak Sri...... sini bentar? ", ucap mama alvian sambil berjalan menuju dapur.
" iya nyonya....ada perlu apa ya? ", jawab mbak sri
" gini nanti kita belanja bahan makanan, kita mau kedatangan tamu spesial, sekalian kita nyetok barang barang yang sudah habis", ucap mama alvian.
"Kita ke supermarket nyonya?, siap nyonya sri mau dandan yang cantik siapa tau ketemu jodoh uwuwwww?, kata mbak Sri.
" Ke pasar aja, kita bisa milih sayur yang segar dari petani Sri", ucap mama alvian.
"ya elah nyonya, kalau ke pasar ketemunya ya abang abang sayur sama abang becak nyah!", ucap mbak Sri.
" sriiiiii.......!!! ",ucap mama alvian .
" iya iya nyah siap berangkat", kata mbak Sri.
"sarapan dulu aja sri!! ", ucap mama alvian.
Mereka pun sarapan bersama sebelum berangkat belanja. Memang di keluarga ini kekeluargaan antara majikan dan pembantu sangat erat. Mereka tidak pernah membedakan perbedaan kasta. Semua saling membutuhkan dan harus saling menghargai.
Suara ponsel berdering, Rosna yang sedang membersihkan kosannya dengan segera mengambil ponsel dan menerima panggilan video dari alvian.
" beib, selamat pagi ! nanti habis sarapan aku ke situ ya, aku mau ngajak kamu keluar sebelum ketemu mama", ucap alvian.
"kemana mas?, aku belum mandi mas , masih beres beres", ucap rosna.
" tunggu aja nanti juga tau", ucap alvian.
"ihh kamu bikin penasaran aja sih mas, awas kalau ngajak macem macem", ucap rosna.
" gak macem macem kok beib, cuma satu macem doang", ucap alvian sambil tersenyum nakal.
"ihh dasar , ya udah mas aku mau lanjut dulu! see you beib muahhhh", ucap rosna sambil mencium layar ponselnya.
Alvian hanya mematung melihat rosna yang udah bikin dia gemes sampai bengek. Makin gak sabar aja alvian pengen ketemu sang primadona gang cicot.
Selesai acara kangen kangenan lewat video call , Mereka berdua segera membersihkan diri, mandi pake sabun wangi. Cuma mandinya gak satu kamar mandi, cuma barengan waktunya doang. Bayangin aja si bos ganteng kalau mandinya bareng sang primadona. Bisa bisa dia sampai tiga jam kagak selesai tuh acara mandi, malah seharian pun di jabanin sama si bos ganteng yang sekarang levelnya udah semakin sinting akut.
Alvian telah selesai dari ritual mandinya. Kini bos ganteng memakai setelan jeans dan tshirt di tambah kemeja motif kotak sebagai outher. Ia menyisir rambutnya sambil berkaca di kaca rias di kamarnya.
"Tenang sanca, sebentar lagi loe bakal ketemu rawa rawa,tinggal beberapa langkah lagi" alvian berbicara dengan bayangannya di cermin.
Alvian turun ke bawah dan duduk di meja makan, nampak mama dan mbak Sri sudah selesai makan duluan. Mereka berdua berdiskusi mencatat keperluan belanja. Alvian makan dengan sangat lambat, sebab ia sibuk dengan ponselnya yang bikin senyum senyum sambil putar kepala. Aneh gak tuh si bos, sintingnya bertambah level.
"nyah, liat mas vian tuh, makannya jadi lambat gitu ya nyah ya", ucap mbk sri.
" iya tuh sri, tumben gak nambahin garam", ucap mama alvian.
"sri sri liat tuh, pake acara senyum senyum gak jelas", tambah mama alvian.
" Kenapa sih nyah mas alvian jadi beda, tapi bagus loh nyah jadi rajin akhir akhir ini. Jaga penampilan pula nyah.Pada kemana ya nyah kolor kolor yang biasanya"ucap mbak Sri.
"udah nanti aku kasih tau critanya sri, alvian lagi kasmaran sri" ucap mama alvian.
****
Mobil alvian terparkir di depan kos an rosna, seperti biasa si bos ganteng turun dengan penuh pesona. Melepas kacamata dan berjalan menuju pintu kosan rosna.
Tok tok tok, "beib bukain pintunya sayang", ucap alvian dengan surat merdu se merdu merdunya.
Rosna yang mendengar ketukan pintu disertai suara merdu sang pria ganteng titisan valentino rossi plus Jackie Chan. Ia segera membuka pintu kosannya.
Rosna yang habis mandi dengan rambut basah terlihat begitu nyegerin kayak iklan minuman di tipi.
Alvian melihat sang pujaan hati langsung terpana, mulutnya mengaga sambil matanya melotot. Ya elah si bos ganteng, itu mah ekspresi takjub apa, lagi ketelen biji duren sih.
"masuk mas", ucap rosna.
Alvian langsung mendaratkan pantatnya di sofa ruang tamu kosan rosna , meskipun kecil namun ditata sangat rapi. Rosna pun ke dapur membuat minuman hangat untuk alvian.
Keduanya duduk sambil nonton tv, rosna menyuapi alvian cemilan , alvian duduk di bawah sambil menyandarkan kepalanya di sofa, sedangkan rosna duduk di atas sambil memegang toples berisi cemilan.
"beib, habis ini kita pergi yuk. aku mau ngajak kamu belanja" ucap alvian.
"belanja lagi mas, boros banget deh kamu mas", ucap rosna.
" udah lah nurut napa sama suami, sekali kali nyenengin istri kan pahala juga", ucap alvian.
"ih, kapan kita nikah mas?, kok suami istri sih", ucap rosna.
" jadi gak mau nih kamu aku nikahin beib? ", kata alvian.
Rosna hanya membalas pertanyaan alvian dengan senyumannyq menambah kadar kecantikan primadona gang cicot naik level.
*****
Alvian turun dari mobilnya dan menggandeng rosna di sampingnya. Mereka berdua memasuki mall. Alvian mengajak rosna masuk ke butik yang kebetulan pemiliknya adalah alvian.
" siang tuan nona ada yang bisa saya bantu", sapa karyawati.
"tolong ambilkan dress yang terbaru dan paling bagus untuk pacar gua!, ucap alvian.
" baik tuan alvian, sudah kita sediakan dress yang bapak maksud "ucap salah seorang karyawati.
" mas, kenapa beli disini, mahal tau pemborosan"ucap rosna.
"kamu gak usah mikir harga, yang penting kamu cantik dan senang, kita gak perlu bayar" ucap alvian.
Rosna berjalan menjauhi alvian dan hendak keluar butik. Namun alvian segera menyadari kekasihnya udah salah fahan. Dengan segera alvian menyahut tangan rosna dan menggenggamnya.
"kita gak bayar bukan karna mau nyuri beib, kita emang di undang spesial", kata alvian.
" kok bisa sih mas"ucap rosna.
Alvian hanya tersenyum.
Karyawati menunjukkan beberapa dress dan semua sangat pas dan cocok dengan warna kulit serta tubuh rosna.
Rosna mencoba satu per satu dress itu. Alvian sangat terpukau dengan kecantikan sang pujaan hati. Namun rosna hanya datar saja ekspresi wajah ya. Antara bingung dan bertanya tanya.
"mbak bungkus ke empat empatnya dan nanti kirim ke mobil saya", ucap alvian
" baik tuan, semoga nona sangat puas dengan butik kami", ucap karyawati.
"mas, belum di bayar mas, mas mau kemana? ", ucap rosna sambil menghentikan langkah alvian saat hendak beranjak dari butik.
" pak alvian ini pemilik butik ini nona", ucap security yang menjaga pintu keluar butik .
Rosna sangat kaget dan takjub, ternyata kekasihnya bener bener tajir melintir. Rosna trus menatap alvian. Menyadari tatapan penuh pertanyaan kekasihnya itu alvian hanya tersenyum.
*****
Jam di dinding menunjukkan pukul 05.00 sore, alvian masih setia duduk di sofa kosan rosna.
"beib udah jam 5,siap siap yuk ketemu mama" , ucap alvian.
"iya mas tunggu bentar ya aku siap siap dulu" jawab rosna.
Rosna masuk ke kamarnya, ia mandi dan berdandan menggunakan dress warna navy, yang sangat pas di tubuhnya. Dress dengan panjang selutut yang simple namun terkesan sangat mewah dan elegan. Rosna Mengcurly rambutnya dengan riasan make up yang terkesan flawless. Di tangannya sudah ada Clothbag warna hitam menambah kesan mewah dan elegan.
Rosna keluar dari kamarnya, Alvian sangat kagum melihat kecantikan kekasihnya.
"beib kamu cantik banget ", ucap alvian.
" emang tadi gak cantik ya mas", ucap rosna sambil cemberut.
"kamu selalu cantik beib, ayo kita berangkat. Tadi mama abis telepon, udah nungguin calon mantu", ucap alvian.
Alvian dan rosna pun menuju mobil, dan berangkat ke rumah alvian. Sepanjang jalan alvian tak melepaskan genggaman tangannya yang trus menggenggam tangan kekasihnya. Alvian benar benar bucin deh pkoknya.
Mobil alvian memasuki gerbang rumahnya, Pak joko membuka gerbang mempersilahkan masuk. Mereka telah sampai di pelataran rumah alvian. Rosna. begitu terkejut. Kekasihnya benar benar orang kaya yang jauh berbeda dengan dia.
"mas, ini rumah kamu?" tanya rosna.
"iya lah beib, kan mau ketemu mertua!ayo gak usah takut, kan ada aku. Kita masuk yuk", ucap alvian.
Sesampainya di ruang tamu, mbak Sri menyambut meraka berdua.
" mama mana mbk Sri", tanya alvian.
"ada mas vian, di kamar lagi teleponan sama tuan besar sepertinya", ucap mbk Sri.
" ya udah kita tunggu saja ya beib, duduk sini dong beib"ucap alvian.
"mas gak apa apa ya sama mama kamu aku kesini ", tanya rosna.
" kamu jangan gugup atau apa pun santai saja ya", ucap alvian sambil mengecup tangan rosna dengan lembut.
mbak Sri datang dari dapur membawa nampan berisi lemon tea.
"silahkan di minum dulu mas vian, nona cantik", ucap mbk Sri.
" iya makasih ya mbak, jadi ngerepotin ", ucap rosna.
" oh tentu saja tidak non cantik tidak perlu sungkan, anda tamu spesial sekali kata nyonya "ucap mbak sri
Nampak seorang wanita berumur 50 tahun an namun masih sangat cantik dan terawat. berjalan dari belakang menuju ruang tamu.
" vian kamu udah sampai dari tadi?, mana calon mantu mama?, ucap mama alvian.
"ini ma, kenalin pacar aku, calon mantu mama", ucap alvian.
Betapa terkejutnya rosna dan mama alvian, karena mereka sudah saling bertemu sebelumnya.
" cik merry", ucap rosna.
"rosna", ucap mama alvian.
Mereka berdua langsung berpelukan. Alvian semakin bingung dengan tingkah kedua wanita itu.
" mama kenal rosna"ucap alvian
Keduanya tampak tersenyum dan semakin berpelukan erat.
"mama sangat mengenalnya vian, Dialah wanita yang ingin mama jodohin sama kamu! " ucap mama alvian.
"ya ampun ma, kenapa gak dari dulu coba", kan vian gak perlu di siram air bekas nyuci piring" jawab alvian.
"apa", tanya mama.
" enggak kok ma. ya udah kalau mama udah setuju, ayo kita lamar rosna ma ke orng tuanya", ucap alvian.
"ok tapi nunggu papa kamu pulang dulu", ucap mama.
Ketiganya asik bincang bincang, mamanya semakin antusias dengan calon mantunya
" kalian tau gak, mama seneng banget, soalnya tanpa mama jodohin, ternyata kalian sudah pacaran. Mama sangat bahagia ", ucap mama.
Setelah jam menunjukkan pukul 06.30.
mereka bertiga makan bersama. Begitu indah pemandangan di ruang makan kali ini. Begitu penuh senyuman dan kebahagiaan.