Tidak berapa lama, mobil terparkir di halaman. Pintu depan terbuka dan menampilkan sosok menawan dengan pakaian branded. Meskipun tanpa kerudung, pakaiannya masih terbilang sopan. Senyum pada bibirnya tampak manis sekali dengan rambut lurus sepinggang. “Siang, Aira cantik? Masih ingat Onty, gak?!” tanyanya pada Aira. Senyum pada bibir manisnya merekah. Aira merapatkan tubuhnya pada Sukma. Dia masih merasa asing dengan sosok cantik yang ada di depannya. “Siang! Maaf mungkin Aira lupa. Mbak siapa, ya?” tanya Sukma sambil menatap penampilan perempuan itu yang tampak elegan. Dipeluknya Aira yang bersembunyi karena tidak nyaman dengan orang asing. Belum dia menjawab, pintu depan terbuka. Anita yang tadi ditinggal Sukma memburu tamu yang baru saja datang. “Hay, Elena! Welcome, Sayang!” u

