Setelah makan malam bersama Clara dan Dovio, Betrand masuk ke kamar tanpa mengatakan apa pun. Clara dan Dovio saling menatap. Separuh hati dan jiwa Betrand telah pergi, tak ada yang bisa membuat senyumnya kembali selain istrinya sendiri, sesekali Betrand mengingat masa-masa indah yang ia habiskan bersama Carolyne. Carolyne telah pergi, desir kesakitan yang hebat menghampiri hatinya sampai bernapas pun seakan ia tak sanggup, begitulah cinta sejati, tak akan mampu berjalan dan bahagia tanpa cintanya. “Sayang, aku tak akan sanggup melihat Betrand seperti ini setiap hari.” Clara menghela napas. "Aku juga, Sayang, tapi apa yang bisa kita lakukan? Polisi dan para detektof pun belum mendapatkan jejak Carolyne, kita hanya bisa menunggunya.” “Selama ini, ak

