Bab 88

1132 Words

Raja tengah menikmati guyuran air hangat di bawah shower. Pria itu mengingat bagaimana semalam, istrinya tak komplen saat ia peluk. Bahkan, Raja tahu saat Kanaya berbalik dan membalas pelukannya meski wanita itu melakukannya tanpa sadar. 'Gue yakin, Kanaya pasti mau batal cerai,' batin Raja sambil menggosok rambutnya yang tengah di sampo. 'Terus tadi, dia juga kelihatan malu-malu tapi mau.' Raja tersenyum lebar, lalu menahan tawanya. "Ya siapa juga bisa menolak pesona seorang Raja," gumamnya. Pria itu kemudian bersiul sambil meneruskan mandinya. Sementara itu di luar kamar, Papa Defan baru saja masuk ke kamar Kanaya. Pria paruh baya itu melihat ke arah ranjang yang mana ada dua bantal yang begitu dekat posisinya, lalu dua bantal guling yang berada di lantai, bad cover yang beranta

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD