Bab 93

1205 Words

"Ada apa?" Papa Defan baru saja duduk di depan Kanaya. Pria itu masih kesal dengan keputusan putrinya untuk kembali dengan Raja. "Pa," ucap Kanaya, ia merasa cemas melihat ekpresi kesal ayahnya. "Pa," ucap Mama Kinanti, ia baru saja duduk di samping suaminya. Wanita paruh baya itu tadi sudah janji untuk membantu putrinya bicara dengan ayahnya. "Naya datang, untuk minta bantuan Papa," ujar Mama Kinanti. Papa Defan membuang wajahnya, pria itu benar-benar masih kesal pada keputusan putrinya. "Mau minta bantuan, bantuan apa?" tanya pria hampir paruh baya itu. "Apa uang suamimu itu habis, nggak mampu, nggak punya uang menafkahi kamu?" tanya pria itu. "E-e-enggak, Pa," jawab Kanaya. "Ya terus, apa dia menyakitimu? Hah, sudah kuduga," ujar Papa Defan. Susah payah Kanaya menelan paksa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD