Bab 94

1124 Words

"Kanaya!" Kanaya menoleh, ia yang baru saja turun cari mobilnya tersenyum melihat Luna datang menghampirinya. "Gue baru beli makan siang, lo udah makan?" tanya Luna. Kanaya pun mengangguk. "Ah syukur deh, gue cuma beli satu tadi," ucap Luna menunjukkan kantong keresek di tanganya yang berisi satu bungkus nasi Padang. "Pu-Puri ma-mana?" tanya Kanaya. Luna menggeleng. "Belum datang, yuk ah ke kos, udah laper, gue baru pulang, tadi habis mandi baru beli makan, soalnya baru bantu orang lahiran." Kanaya pun mengangguk, kemudian dia bersama Luna pergi ke kosan Luna. Luna sibuk dengan makan siangnya, sementara Kanaya masih larut dengan pesan yang dikirim Andreas padanya. Sambil makan, Luna merasa heran karena Kanaya terus melamun. "Ada apa sih Nay? Lo kok ngelamun gitu?" tanya gadis

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD