Bab 101

1077 Words

"Raja akan tunda pendidikan spesialis Raja, untuk sementara Raja akan bantu Papa di kantor!" Mata Papa Prabu melebar, tak percaya dengan apa yang ia dengar. Bertahun-tahun ia meminta anaknya itu untuk membantunya di kantor dan merelakan cita-citanya menjadi dokter, tapi Raja selalu menolak. Pria paruh baya itu mengernyit. "Kenapa?" tanya pria itu penasaran, apa alasan putranya berubah pikiran. "Urusan perusahaan, itu urusan kita, jangan libatkan Kanaya apalagi memanfaatkan Kanaya dan keluarganya," kata Raja. 'Apalagi memanfaatkan anak yang bahkan belum ada,' batin pria itu. Papa Prabu berpikir, apakah putranya itu serius atau tidak. "Tapi keadaan kita sulit sekarang, lebih sulit dari sebelum kau menikah dengan Kanaya." "Pengaruh ayah mertuamu benar-benar bagai dua mata pisau, sa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD