Bab 100

1062 Words

Kanaya hanya bisa diam sambil meraba perutnya. Andai dirinya hamil nanti, siapkah ia mengandung anak dari laki-laki yang belum mencintainya dan belum ia cintai itu? "Pa, Papa pulang deh, Papa mau ngomong sama Raja, kan? Oke, besok Raja ke kantor Papa!" ujar Raja dengan tegas. Papa Prabu diam, menatap tajam pada putranya. Pria itu akhirnya memilih untuk mengalah. Ia pun bangkit, lalu pergi dari apartemen itu begitu saja. 'Papa marah?' tanya Kanaya setelah suaminya menutup pintu apartemen. "Biarin aja!" ujar Raja. Kanaya menggigit bibirnya. 'Respon Mas juga berlebihan, apa salahnya dengan pertanyaan Papa? Wajar kan orang tua tanya kapan dia punya cucu pada anaknya yang sudah menikah?' ujar Kanaya. Raja langsung menatap pada istrinya. "Ma-maksudmu, gak apa kalau kamu hamil?" tanya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD