"Ah, sakit banget." Raja duduk di balik kemudi mobilnya, melalui spion, dia melihat keadaan dirinya, wajahnya sedikit babak belur akibat dipukuli oleh ayah mertuanya. "Gila, seorang Raja diem aja dipukuli kayak tadi," gumamnya kesal. Namun, rasa kesal yang Raja rasakan adalah rasa kesal pada dirinya sendiri yang memang bersalah. Dirinya yang berpikiran sempit hingga memanfaatkan Kanaya. Belum lagi, dia yang mencium Rose di depan Kanaya. Orang tua mana yang tidak marah jika tahu suami putrinya melakukan itu semua? Jika kelak dia punya anak perempuan, dan ada laki-laki yang menyakiti putrinya, pasti dia pun akan sama marahnya atau mungkin lebih marah dari Papa Defan. "Sekarang, apa gue beneran harus mutusin semua cewek gue?" Raja harus ingat siapa ayah mertuanya. "Ah, untuk sekara

