Bab 79

1035 Words

"Apa Nona mau pulang ke Jakarta hari ini?" Kanaya berpikir, dia belum siap bicara dengan Raja. Masih bingung, apakah ia akhiri saja pernikahan dengan Raja atau tidak. Sungguh, hatinya tidak nyaman jika terus melihat Raja dengan perempuan lain. "Nona." Kanaya menoleh, lalu ia memberi jawaban pada orang kepercayaan ayahnya itu. "Baiklah Nona." Setelah Kanaya seorang diri di kamar, ia kembali menatap layar ponselnya, pada pesan Raja yang belum ia buka sama sekali. 'Aku butuh waktu, supaya hatiku tenang sebelum buat keputusan,' batin Kanaya. Di Jakarta, Raja baru saja tiba di halaman parkir gedung perusahaan ayah mertuanya. "Duh, deg-degan banget," gumam Raja. Setelah lapor pada receptionist, Raja pergi menuju ruangan ayah mertuanya. Di sana, dia diminta menunggu karena Papa De

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD