Bab 85

1105 Words

“Apa gak terlalu kejam kita sama Raja, Pa?” tanya Mama Kinanti begitu suaminya masuk ke dalam kamar. Papa Defan naik ke ranjang. “Biarkan saja, dia pantas diperlakukan seperti itu. Bocah kurang ajar. Papa benar-benar marah sama dia. Memangnya putriku w************n, bisa-bisanya dia gunakan obat perangsang demi keuntungannya.” Mama Kinanti menghela napasnya, ia juga marah akan hal itu. “Tapi apa gak sebaiknya kita biarkan mereka bicara Pa? Di luar hujan, ada petir juga.” “Ini, ini yang Papa tahu, kamu sama seperti Kanaya, ngeyelan, tapi juga gampang iba.” Papa Defan melepas kacamatanya. “Ini baru hujan, kamu ingat dulu gimana aku merjuangin kamu, aku cari kamu di seluruh Jakarta sampai ke Bali, sampai manjat balkon tinggi, lagian dia dokter, kena hujan gak akan mati.” “Dokter kan manus

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD