“Azz lu gak apa-apa?” tanya Tyass karena melihat Azzura yang menahan sakit. “Gak, kok,” ujar Azzura seperti cicitan, Azzura menutup matanya dan menggigit bibir bawahnya untuk meredam rasa sakit, pikirannya hanya pada anak yang di kandungnya saat ini. “Seriusan?” tanya Tyass khawatir. “Iya.” Lalu Azzura mengambil pulpennya untuk menulis pelajaran yang dijelaskan oleh sang dosen. Karena merasa sangat lemas, Azzura pun memutuskan untuk izin pada sang dosen “Pak, saya izin ke toilet sebentar,” ucap Azzura. “Perlu gua temenin Azz?” ucap Tyass menawarkan diri. “Gak usah, makasih,” ucap Azzura. Setelah diizinkan untuk keluar, Azzura pun menuruni tangga dengan perlahan. Rasanya tubuh Azzura sangat ringan dan seperti melayang, sehingga Azzura seringkali menyeimbangkan tubuhnya. Setelah samp

