Rayhan sedang berada di makam Azzura dan sudah dua jam di sana, entah apa yang dilakukannya ia pun tak tahu. Ini baru tiga hari, tetapi rindunya sudah sangat berat. “Anak kita mirip sama kamu, Ra. Saya takut Ra, saya takut gak bisa terima dia,” ujar Rayhan menangis di nisan Azzura. "Saya ingin peluk dia, saya ingin gendong dia. Saya ingin jadi ayah yang sebenarnya." “Tapi saya terlalu pengecut, Ra, hati saya kacau saat lihat dia. Semuanya tentang kamu seperti kaset rusak yang terus berputar di ingatan saya.” Rayhan bersimpuh di makam Azzura, ia tidak pernah sesedih ini, Ethan yang baru saja sampai di pemakaman mencari Rayhan, melihat Rayhan yang menangis pilu. Ethan menghadap ke langit menahan air matanya supaya tidak jatuh. “Saya tau kamu pasti marah sama saya karena saya pernah ka

