Chapter 11 | Marah!

4120 Words

Keesokan paginya, Reyhan sudah rapih dengan kemeja kotak-kotak kecil biru-putih dengan lengan yang digulung sampai siku dan blue jeans-nya. Ia mematut dirinya sekali lagi di depan cermin. Setelah merasa sudah oke barulah ia menyambar tasnya di ranjang dan berjalan keluar kamar. Hari ini ia akan berangkat ke kampusnya sendiri, tak ada lagi kata bertukar posisi atau apapun itu. Ia dan saudara kembarnya harus segera mengakhiri kekonyolan ini sebelum semunya kembali menjadi runyam. Reyhan menuju meja makan, disana terlihat keluarganya yang sedang menyantap sarapan pagi tetapi tanpa saudara kembarnya. Keyhan—pria itu sepertinya belum selesai bersiap-siap atau memang belum bangun. Entahlah. Tak perlu duduk lagi dan gabung sarapan dengan yang lainnya, Reyhan hanya menyambar roti yang sudah diol

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD