Reyhan keluar kamarnya sambil bersiul santai dengan kedua tangan yang dimasukkan dalam saku celana cargo pendeknya. Ia menuruni anak tangga menuju lantai satu dengan pandangan matanya yang menatap ke seluruh penjuru rumah yang nampak sepi, sepertinya bunda berada di kamar. Saudara kembarnya mungkin sedang molor di kamarnya dan adik cantiknya, entah Ia ada dimana. Paling kalau tidak berada di kamar ya di halaman belakang bermain dengan si Ncup dan Ncep. Langkah kakinya terhenti begitu mendengar suara cekikikan Aya. Ia menolehkan kepala ke pintu samping rumahnya, benar saja disana terlihat Aya yang sedang berdiri membelakanginya tengah bersandar ke tiang rumah dan satu tangannya yang memegang ponsel sedang menelpon seseorang. Merasa aneh dengan adiknya yang cekikikan sambil teleponan, Reyha

